Kamis, 08 Januari 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 252
(Foto: Nurito)
Sebanyak 23 truk sampah dikerahkan untuk mengevakuasi tumpukan sampah di area Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Sampah yang berasal dari aktivitas pedagang sayur-mayur dan buah .
"Memberikan kenyamanan"
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Timur, Monang Sinaga mengatakan, untuk mempercepat proses penanganan sampah tersebut turut dikerahkan dua unit alat berat jenis shovel loader.
"Kita lakukan penanganan segera tumpukan sampah ini untuk lebih memberikan kenyamanan," ujarnya, Kamis (8/1).
Monang menjelaskan, pembersihan tumpukan sampah tersebut ditargetkan tuntas pada Minggu (11/1).
"Volume sampah di Pasar Induk Kramat Jati mencapai sekitar 200 ton per hari. Jumlah ini setara dengan produksi sampah dari dua kecamatan," terangnya.
Ia menambahkan, untuk pembersihan sampah hari ini dikerahkan personel dari Satuan Pelaksana LH Kecamatan Kramat Jati dengan bantuan armada dari Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air.
Kepala Satpel LH Kecamatan Kramat Jati, Dwi Firmansyah menambahkan, dalam kegiatan tersebut dikerahkan 23 unit truk sampah dan tiga unit shovel loader.
"Hingga pukul 10.30, sebanyak 17 truk telah mengangkut sampah dari Pasar Induk. Kami terus berupaya semaksimal mungkin agar pembersihan berjalan cepat," ungkapnya.
Ia menuturkan, apabila kondisi cuaca cerah dan antrean di TPST Bantar Gebang tidak terlalu panjang, satu armada truk dapat melakukan dua rit pengangkutan.
"Kami berharap sampah sebanyak 46 truk dapat diangkut dalam satu hari," bebernya.
Sementara itu, Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun menyampaikan apresiasi kepada jajaran Suku Dinas LH Jakarta Timur atas respons cepat dalam menangani permasalahan sampah tersebut.
"Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali dengan dilakukannya pengangkutan sampah dengan optimal. Sebab penumpukan sampah sangat mengganggu aktivitas perdagangan di pasar," tandasnya.