Senin, 02 Maret 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 297
(Foto: Reza Pratama Putra)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah yang terintegrasi dengan Halte Transjakarta MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Senin (2/3).
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya nilai historis JPO ini bagi warga Jakarta.
"disabilitas bisa memanfaatkan ini,"
"JPO ini adalah JPO yang pertama kali dimiliki oleh Jakarta. Tepatnya diresmikan oleh Bang Ali Sadikin tanggal 21 April tahun 68. Tentunya ini bersejarah," ujar Pramono.
Revitalisasi JPO ini mengedepankan konsep inklusivitas dengan memberikan fasilitas terhadap para penyandang disabilitas, seperti lift. Selain itu, Pemprov DKI juga memberikan opsi bagi masyarakat untuk melintas dengan menggunakan pelican crossing.
"Dengan demikian masyarakat yang suka berjalan akan punya pilihan untuk menyeberang, tetapi bagi yang berkebutuhan khusus atau disabilitas bisa memanfaatkan ini (JPO) dan sebagainya," kata dia.
Pramono menyebut, nantinya pedestrian di sekitar JPO akan diperlebar hingga 2,6 meter agar masyarakat bisa lebih leluasa berjalan. Dengan kehadiran JPO Sarinah, Gubernur ingin menyediakan berbagai akses pilihan yang memudahkan masyarakat saat berkunjung ke pusat perbelanjaan bersejarah Sarinah.
Gubernur pun membuka peluang bagi pihak swasta untuk memiliki hak penamaan atau naming rights pada JPO tersebut.
"Kalau sudah naming rights kan pasti memberikan masukan bagi Pemerintah DKI Jakarta. Untuk itu kami kalau kemudian ada, apakah itu Sarinah atau swasta yang ingin menggunakan JPO ini menjadi naming rights-nya, kami persilakan," kata Pramono.
Sementara itu, Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza menambahkan, revitalisasi JPO Sarinah ini masuk dalam tahap pertama. Selanjutnya pelebaran pedestrian akan dilakukan di tahap kedua.
"Ini tahap satu, tahap duanya nanti ultimate-nya setelah reinstatement pedestrian yang akan dilakukan MRT, itu kira-kira di bulan Mei. Jadi di bulan Mei nanti akan ada pelebaran trotoar lebih kurang 2,6 (meter)," jelas dia.
Ia melanjutkan, pembangunan JPO ini menggunakan dana korporasi Transjakarta sebagai bagian dari paket revitalisasi halte.
Sekadar diketahui, revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah merupakan bagian dari penataan fasilitas pejalan kaki di Jakarta. JPO ini memiliki total panjang 39,78 meter, dengan lebar 2,1 meter.
JPO Sarinah didesain tanpa anak tangga dengan akses lift untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan, khususnya bagi pelanggan prioritas.