Selasa, 06 Januari 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 462
(Foto: Reza Pratama Putra)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan pengoperasian kembali Pasar Kombongan di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (6/1).
"Saya berpesan mudah-mudahan kebersihan dijaga betul,"
Pasar ini sebelumnya sempat mangkrak selama hampir lima tahun sebelum akhirnya dirampungkan dengan fasilitas modern serta sistem digitalisasi.
"Pasar Kombongan ini sudah mangkrak hampir 4-5 tahun. Dan hari ini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, problemnya adalah akses untuk ke tempat ini yang mungkin perlu dilakukan perbaikan," ujar Pramono.
Dikatakan Pramono, saat ini ada 153 pasar di Jakarta yang dikelola oleh Perumda Pasar Jaya. Ia pun meminta agar semua pasar di Jakarta kembali dihidupkan dan menjadi ruang bagi perputaran ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan ini, Pramono menanggapi aspirasi pedagang mengenai sulitnya akses bagi kendaraan. Gubernur pun langsung menginstruksikan Wali Kota Jakarta Pusat dan jajaran terkait untuk segera mencari solusi sehingga aktivitas perdagangan di pasar kembali ramai.
"Yang bisa kita lakukan adalah bagaimana cara membuka akses supaya saudara-saudara sekalian para para pembeli itu akan bisa lebih mudah datang dan menikmati pasar ini," katanya.
Lebih lanjut, Pramono juga menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mendorong penuh digitalisasi di Pasar Kombongan melalui penggunaan sistem pembayaran nontunai (QRIS).
Menurut Pramono, digitalisasi bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan upaya untuk meningkatkan keamanan. Selain itu, ia juga berpesan agar kebersihan pasar terjaga dengan baik.
"Saya berpesan mudah-mudahan kebersihan dijaga betul. Dan apalagi sekarang sudah pakai digitalisasi, pakai QRIS, saya berharap betul pasar ini menjadi pasar yang bersih," kata dia.
Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan Widiyanto menyampaikan, peresmian Pasar Kombongan ini untuk menciptakan kegiatan ekonomi dan sosial di Jakarta serta mendukung Jakarta sebagai kota global.
Pasar ini didirikan di atas lahan seluas 2.664 meter persegi dan luas lantai bangunan seluas 1.888 meter persegi. Pasar ini memiliki 121 kios dan 50 los serta dilengkapi berbagai fasilitas, seperti musala, toilet umum, toilet disabilitas, jaringan air PAM, ruang laktasi, hidran, CCTV, serta tempat pembuangan sampah sementara.
"Pasar Kombongan Jakarta Pusat telah memperoleh Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Selain itu, Pasar Kombongan telah dilengkapi panel surya sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan sekaligus membantu efisiensi penggunaan listrik," ungkap Agus.
Selain itu, sistem pembayaran nontunai juga dihadirkan untuk mendukung kemajuan teknologi dan memudahkan transaksi. Agus pun menegaskan komitmen Perumda Pasar Jaya untuk meningkatkan kualitas pasar di Jakarta.
Hingga saat ini Perumda Pasar Jaya telah merevitalisasi 16 pasar, melakukan pengecatan bangunan di 86 pasar, pembangunan sarana olahraga di atas pasar sebanyak 27 lokasi, serta merevitalisasi toilet pasar di sembilan titik lokasi pasar yang tersebar di Jakarta.
"Kami berharap kehadiran Pasar Kombongan yang baru ini dapat memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat dan membawa berkah, kemajuan, dan kesejahteraan," tandasnya.