Jumat, 20 Februari 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 253
(Foto: Reza Pratama Putra)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno menggelar acara syukuran bertajuk “Satu Tahun Membangun Jakarta dari Bawah” di Taman Ayodia, Jakarta Selatan, Jumat (20/2).
Acara ini juga menjadi momentum refleksi sekaligus pemaparan capaian kinerja setahun dalam membenahi ibu kota.
"Memang persoalan-persoalan dasar masih ada,"
Dalam sambutannya, Pramono menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menuntaskan berbagai persoalan yang hingga kini masih belum selesai.
"Memang persoalan-persoalan dasar masih ada. Kemacetan masih ada, banjir masih ada, kemudian persoalan polusi masih ada. Dan itulah yang secara khusus ingin minimal bisa dikurangi dari apa yang terjadi saat ini," ujar Pramono.
Karena itu, ia memaparkan berbagai program Pemprov DKI yang tengah dijalankan untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Seperti masalah banjir, Pemprov DKI melakukan normalisasi Sungai Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut, serta pengerukan sungai-sungai di Jakarta Barat.
Pramono kemudian menyampaikan capaian posisi Jakarta dalam peringkat Global City yang mengalami kenaikan dari urutan 74 menjadi 71 dalam waktu 10 bulan kepemimpinannya. Sementara terkait ketimpangan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi, Pramono menyebut kini telah mengalami perbaikan.
Pramono juga menegaskan prioritas utamanya dalam meningkatkan kesejahteraan melalui bantuan sosial pendidikan yang diberikan Pemprov DKI. Seperti pemberian program Kartu Jakarta Pintar, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, pemutihan ijazah, hingga pendidikan gratis di 40 sekolah swasta.
"Dan bagi siapa pun yang menerima KJP maupun KJMU, masuk ke Ancol, Ragunan, Monas, dan sebagainya kami gratiskan," katanya.
Tak hanya itu, berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga terus dilanjutkan meskipun APBD DKI mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Di bawah kepemimpinan Pramono-Rano, Pemprov DKI berkomitmen untuk melanjutkan penyaluran program Kartu Lansia Jakarta, Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta, dan Kartu Anak Jakarta.
Di sektor kesehatan, Pemprov DKI terus berupaya menyediakan kemudahan layanan kesehatan bagi masyarakat melalui layanan Pasukan Putih. Saat ini, Jakarta telah memiliki 31 rumah sakit, 44 Puskesmas Kecamatan, dan 292 Puskesmas Pembantu di tingkat Kelurahan.
Untuk memperbanyak akses layanan kesehatan bagi masyarakat, Pemprov DKI akan membangun lagi dua rumah sakit, yakni Rumah Sakit Royal Batavia Cakung dan rumah sakit di lahan Sumber Waras.
Di sektor transportasi, Jakarta kini menempati peringkat ke-17 dunia untuk infrastruktur transportasi. Beberapa terobosan yang dilakukan oleh Gubernur Pramono dan Wagub Rano yakni memperluas layanan TransJabodetabek hingga daerah penyangga hingga memberikan layanan gratis bagi 15 golongan masyarakat.
Untuk memperbanyak ruang publik dan hijau di Jakarta, Pemprov DKI juga telah menambah 21 ruang terbuka hijau (RTH) baru.
"Yang kecil-kecil sebenarnya banyak banget. Seperti ini, Taman Bendera Pusaka ini adalah Ruang Terbuka Hijau yang kita gabungkan, di tempat ini 5,6 hektare," jelasnya.
Selain itu, Pramono dan Rano juga berkomitmen untuk melanjutkan dan menyelesaikan berbagai program pemerintahan sebelumnya yang belum tuntas. Pramono mencontohkan dilakukannya reaktivasi Planetarium, pembongkaran tiang monorel, pembangunan JPO yang menghubungkan JIS-Ancol, serta pembangunan rumah sakit internasional di lahan RS Sumber Waras.
Pramono juga ingin menjadikan Jakarta rumah bagi keberagaman agama. Ia ingin toleransi, kerukunan, dan kebersamaan terus tumbuh dan terjaga di Jakarta. Gubernur Pramono pun menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang mendukung dan berkontribusi dalam pembangunan Jakarta.
Sementara Wakil Gubernur Rano Karno menambahkan, dari 40 program Quick Wins yang dijalankan sudah terealisasi sekitar 97 persen. Menurutnya, masih ada tiga masalah utama Jakarta yang belum terselesaikan hingga saat ini, yakni banjir, kemacetan, dan kemiskinan.
"Dari 40 program, Alhamdulillah mungkin 97 persen selesai. Hanya ada tiga poin yang belum sempat selesai karena memang memerlukan waktu yang cukup panjang," ujar Rano.
Rano pun menegaskan komitmennya bersama Gubernur Pramono untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang belum tuntas tersebut.
"Jadi artinya saya sangat yakin, di tahun kedua ini, kami sudah mempunyai program apa yang akan kita lakukan. Tentu program itu harus kita lakukan tahun per tahun," tandas Rano.