Kolaborasi Pengelolaan Sampah Mandiri Kawasan dan Perusahaan Diperkuat

Rabu, 20 Agustus 2025 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 2809

Kolaborasi Pengelolaan Sampah Mandiri Kawasan dan Perusahaan Diperkuat

(Foto: Istimewa)

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menggandeng para pelaku usaha pengangkutan sampah dan pelaku usaha pengelolaan sampah berizin untuk mendukung pengimplementasian Peraturan Gubernur Nomor 102 Tahun 2021 tentang Kewajiban Pengelolaan Sampah di Kawasan dan Perusahaan

"mampu menekan volume residu,"

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto menekankan, pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

“Setiap pengelola kawasan dan perusahaan wajib melakukan pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, hingga pengolahan sampah secara mandiri, atau bekerja sama dengan pelaku usaha pengangkutan dan pengelolaan sampah berizin ini,” ujar Asep, Rabu (20/8).

Ia menyampaikan, Pergub 102/2021 mewajibkan kawasan permukiman, komersial, dan industri, serta perusahaan yang memiliki dokumen AMDAL atau UKL/UPL, untuk menyusun sistem pengelolaan sampah terintegrasi.

Mekanismenya mencakup identifikasi timbulan, pemilahan berdasarkan jenis, pemanfaatan kembali sampah, hingga pelaporan rutin melalui platform PESAPA KAWAN.

Asep menjelaskan, platform ini menjadi sistem informasi resmi Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk mencatat volume sampah yang diolah, jenis sampah, identitas pengangkut, hingga tujuan pembuangan residu.

“Dengan data yang transparan, Pemprov DKI lebih mudah melakukan pengawasan dan menindak praktik pembuangan liar,” kata Asep.

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengundang para pelaku usaha pengangkutan sampah dan pelaku usaha pengelolaan sampah berizin, Selasa (19/8).

Dalam pertemuan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta juga membahas strategi peningkatan kinerja pengelolaan sampah, mulai dari pendataan lokasi pengolahan sampah milik pelaku usaha, verifikasi legalitas operasional, hingga upaya pencegahan pencemaran di titik pengolahan.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menegaskan pengawasan akan diperkuat terhadap kawasan dan perusahaan yang belum bermitra dengan penyedia jasa resmi.

“Dinas LH DKI Jakarta menargetkan penerapan regulasi ini tidak hanya mampu menekan volume residu yang dibuang ke TPSST Bantargebang, tetapi juga mendorong perubahan paradigma bahwa sampah bukan lagi sekadar limbah, melainkan sumber daya yang dapat dikelola,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Pembersihan Pasca Perayaan Kemerdekaan Angkut 79 Ton Sampah

Dinas LH Bersihkan 79 Ton Sampah Pascaperayaan HUT Kemerdekaan RI

Senin, 18 Agustus 2025 1271

Dinas LH Terjunkan Pasukan Mikroba Tangani Penumpukan Busa di KBT

Dinas LH Terjunkan ‘Pasukan Mikroba’ Tangani Penumpukan Busa di KBT

Rabu, 13 Agustus 2025 1230

 Lintas OPD Gelar Simulasi Penanggulangan Busa di KBT Besok

Pemprov DKI Perkuat Langkah Konkret Penanggulangan Pencemaran Air

Selasa, 12 Agustus 2025 2131

Pemprov DKI dan Kementerian PU Teken Nota Kesepakatan Sinergi Pengelolaan Sampah

Pemprov DKI-Kementerian PU Kerja Sama Kelola Sampah

Rabu, 06 Agustus 2025 1563

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7155

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4842

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2705

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2567

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1243

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks