Ahok Kecewa Harga Buku di Pameran Kemahalan

Senin, 27 Juli 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Dunih 4683

Ahok Kecewa Harga Buku di Pameran Kemahalan

(Foto: Yopie Oscar)

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku kecewa dengan pelaksanaan Jakarta Book & Education Fair 2015. Pasalnya, buku-buku serta perlengkapan sekolah yang dijual dalam pameran itu justru lebih mahal dibandingkan dengan harga pasaran.

Kalau harga sama (dengan di pasaran) saja saya kecewa, apalagi lebih mahal. Jadi ini tidak pantas, harusnya lebih murah

Hal itu diketahui Basuki setelah mendapat pengaduan dari orang tua siswa pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP). Padahal, di pasar tradisional buku dan alat sekolah tersebut masih bisa ditawar.

"Harganya malah lebih mahal dari di pasaran. Kalau Pak Tatang (Ketua Panitia) bilang di sini lebih murah itu bohong. Saya kecewa sekali," kata Basuki Tjahaja Purnama Gubernur DKI Jakarta, saat membuka acara JakBook & Edu Fair 2015, di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat, Senin (27/7).

Semula Basuki menginstruksikan pemegang KJP hanya bisa menggunakan uang yang diterima untuk membeli keperluan sekolah di pameran tersebut. Namun lantaran kecewa, instruksi itu justru dicabut. Bahkan kali ini, Basuki meminta kepada penerima KJP untuk tidak lagi berbelanja di pameran tersebut.

"Maksud saya itu menolong anak-anak, agar akhir tahun ada sisa uang. Kenapa masih dimahalin? Ini mau mengais keuntungan dari yang tidak mampu," ujarnya.

Basuki merinci barang-barang yang dibeli warga dengan harga lebih tinggi seperti pulpen 1 box di pasaran Rp 30 ribu dijual dengan harga Rp 40 ribu. Kemudian buku tulis merek Campus dijual seharga Rp 42 ribu, sedangkan harga pasaran hanya Rp 37 ribu. Buku gambar harga biasanya hanya Rp 27 ribu dijual seharga Rp 55 ribu. Yang paling disayangkan adalah harga tas yang mencapai Rp 170 ribu. Padahal di Pasar Tanah Abang hanya seharga Rp 70 ribu.

"Kalau harga sama (dengan di pasaran) saja saya kecewa, apalagi lebih mahal. Jadi ini tidak pantas, harusnya lebih murah. Mohon maaf pada panitia pameran ini, saya minta tidak perlu lagi datang ke sini untuk belanja," tegasnya.

Menurut Basuki, seharusnya pedagang di pameran bisa menurunkan harga dan memberi potongan harga. Sebab, pihaknya sudah menjamin akan ada 489 ribu pelanggan yang akan datang. Jumlah tersebut sesuai dengan pemegang KJP tahun ini. Tahun lalu, pembeli di pameran tersebut jumlahnya mencapai 350 ribu orang. Sementara tahun ini sudah mendapatkan tambahan 489 ribu orang yang akan membeli. Karena telah dirancang sejak awal pemegang KJP hanya bisa membelanjakan uangnya di pameran tersebut.

BERITA TERKAIT
Penerima KJP Bisa Beli Buku Murah di Jakarta Book Fair

Penerima KJP Bisa Beli Buku Murah di Jakarta Book Fair

Kamis, 23 Juli 2015 27962

Ahok Ajak Penerima KJP Belanja Perlengkapan Sekolah

Ahok Ajak Penerima KJP Belanja Perlengkapan Sekolah

Kamis, 23 Juli 2015 9376

Ratusan Anak Korban Kebakaran Kamal Muara Membutuhkan Seragam Sekolah

Korban Kebakaran Kamal Muara Butuh Peralatan Sekolah

Kamis, 26 Juni 2014 4481

Anggaran Capai Rp 2,291 T, Pengawasan KJP Diperketat

Nominal Meningkat, Pengawasan KJP Diperketat

Kamis, 21 Mei 2015 7541

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2869

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1258

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1052

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 1194

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 585

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks