Buah dan Sayur di Pasar Induk Kramatjati Diuji Lab

Kamis, 09 Juli 2015 Reporter: Andry Editor: Lopi Kasim 6069

 DKI Uji Lab Produk Buah&Sayuran Pasar Induk Kramat Jati

(Foto: Andry)

Pengawasan keamanan pangan di pasar tradisional kembali dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kali ini, pengawasan difokuskan terhadap produk komoditi buah dan sayuran di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur sebagai pemasok 80 persen sayuran ke pasar tradisional.


Kepala Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPKP), Darjamuni mengatakan, kegiatan pengawasan keamanan pangan ini digelar untuk memberikan perlindungan ke masyarakat dalam mengkonsumsi sayuran serta buah-buahan. Pengawasan keamanan pangan sendiri dilakukan dengan melakukan pengujian laboratorium di sentra pemasaran, produksi dan pasar-pasar.

"‎Hari ini pengawasan pangan kita lakukan di Pasar Induk Kramatjati mengingat 80 persen sayuran yang dijual di pasar tradisional berasal dari pasar itu," jelasnya, Kamis (9/7).

Darjamuni mengatakan, pengujian keamanan pangan sayuran dan buah-buahan di Pasar Induk Kramatjati dilakukan dengan pengujian cepat (rapid test). Hasilnya, dari 49 sampel sayuran, buah-buahan dan kolang-kaling didapatkan temuan kimia berupa residu pestisida.

"Dua dari delapan sampel tomat kita temukan positif mengandung residu pestisida," ujarnya.

‎Dua sampel produk tomat yang positif mengandung residu pestisida tersebut selanjutnya dikonfirmasi pengujian di Laboratorium Pusat Pengujian dan Promosi Hasil Pertanian. Konfirmasi pengujian itu dilaksanakan untuk mengetahui lebih jauh apakah kandungan residu pestisida dalam produk tersebut melebihi ambang mutu.

‎"Apabila melebihi ambang mutu, maka akan kita tindaklanjuti dengan melakukan penelusuran di tingkat pedagang, suplayer sampai produsen pertanian untuk dilakukan pembinaan bersama pemerintah daerah setempat," ungkapnya.

‎Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPKP DKI, Sri Haryati menambahkan, ibu kota Jakarta merupakan salah satu tujuan pemasaran produk pangan dari para produsen seluruh Indonesia. Mengingat 98 persen kebutuhan pangan warga DKI, khususnya sayuran dan buah-buahan dipasok dari luar, baik impor maupun produk lokal dari daerah lain.

"Hasil akhir dari kegiatan ini adalah adanya jaminan mutu dan keamanan komoditi  sayuran dan buah-buahan‎ bagi masyarakat DKI," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Bolu Kukus Berrodhamin B Ditemukan di Kawasan CNA

Kue Bolu di Jakbar Pakai Pewarna Tekstil

Rabu, 08 Juli 2015 4276

Waspada peredaran Tahu formalin Jakarta Pusat

Produsen Tahu Berformalin Diamankan Polres Jakpus

Jumat, 03 Juli 2015 5788

DKPKP DKI Akan Gelar Operasi Transportasi Pangan Sehat

DKI Gelar Operasi Transportasi Pangan Sehat

Senin, 29 Juni 2015 4515

Pengawasan Makanan Berbahaya di Pasar Diperketat

Sudin KPKP Tingkatkan Konsumsi Pangan B2SA

Senin, 06 Juli 2015 3869

BERITA POPULER
IMG 20261104 WA0056

Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania Tutup Usia

Rabu, 04 November 2026 37058

6.Akses masuk kawasan wisata Ancol gratis sambut HUT Jakarta

Gratis Masuk Ancol, Masyarakat Diajak Nikmati Ragam Wisata

Kamis, 05 November 2026 27112

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 3998

Pelajar murid siswa siswi penerima kjp plus jati2

Pemprov DKI Salurkan KJP Plus Tahap II dan KJMU Tahun 2026

Rabu, 04 November 2026 2813

Waduk Kampung Rambutan 1 Bakal Jadi Ruang Terbuka Biru Hijau Multifungsi

Waduk Kampung Rambutan 1 Bakal Jadi Ruang Terbuka Multifungsi

Jumat, 06 November 2026 1776

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks