Ahok Minta Fatwa MA Terkait Transparansi Pajak Restoran

Selasa, 14 April 2015 Reporter: Folmer Editor: Dunih 4725

 Basuki Ingin Pajak Restoran Dibuka di Jakarta Smart City

(Foto: Reza Hapiz)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk dari sektor pajak. Untuk memudahkan wajib pajak, Pemprov DKI juga menerapkan pajak online. Tapi, tidak semua wajib pajak membayar sesuai ketentuan sehingga Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berharap pendapatan wajib pajak seperti pemilik restoran dibuka secara transparan melalui sistem Jakarta Smart City.

Saya ingin lihat semua di Jakarta Smart City, tapi sayang ada Undang-undang. Jadi tidak boleh dibuka

Namun sayangnya, berdasarkan amanat Undang-undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah melarang warga dapat mengetahui perolehan dari pajak restoran. Untuk itu, Basuki berencana akan meminta pertimbangan hukum dari Mahkamah Agung (MA) terkait hal ini.

"Makanya saya mau minta fatwa MA. Kita harap setiap orang makan di restoran bisa buka itu," ujarnya di Balaikota, Selasa (14/4).

Menurutnya, konsep Jakarta Smart City dibuat demi terwujudnya transparansi roda pemerintahan daerah. Dengan cara itu, sejumlah program, pendapatan dan belanja Pemprov DKI akan dapat diketahui oleh warga ibu kota.

"Saya ingin lihat semua di Jakarta Smart City, tapi sayang ada Undang-undang. Jadi tidak boleh dibuka," katanya.

Basuki mencontohkan bila makan di restoran dan membayar Rp 30 juta, maka restoran harus membayar pajak sebesar Rp 3 juta. Uang pajak yang dibayar konsumen tersebut, merupakan uang Pemprov DKI. Sehingga jika tidak dibayarkan oleh pemilik restoran, Ahok menilainya sebagai korupsi.

"Pajak restoran dan hotel itu uang dari warga untuk Pemda yang dititipkan ke dia kan. Jadi kalau nggak bayar, dia korupsi," tegasnya.

Karena itu, Ahok berharap, rincian perolehan pajak restoran di ibu kota dapat diketahui oleh warga melalui sistem Jakarta Smart City. Dengan begitu, warga pun bisa mengkalkulasikannya sendiri.

"Jika boleh, nanti lihat di Smart City. Kalian makan bisa menghitung-hitungnya," ungkapnya.

BERITA TERKAIT
April, DKI Terapkan Pajak Online

April, DKI Terapkan Pajak Online

Senin, 23 Maret 2015 6550

Pajak Online

Tolak Pajak Online, Izin Usaha Akan Dicabut

Jumat, 15 Agustus 2014 6278

Pendapatan 2014 DKI Hanya Tercapai Rp 52.17 Triluin

Penerimaan Sejumlah Pajak Daerah Tak Penuhi Target

Senin, 05 Januari 2015 6328

Wajib Pajak Kendaraan Bermotor di Jaktim Melonjak

Wajib Pajak Kendaraan Bermotor di Jaktim Melonjak

Selasa, 30 Desember 2014 8442

WP Telat Bayar PBB Langsung Ditindak

Penunggak PBB Akan Ditindak Tegas

Kamis, 26 Februari 2015 25465

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7148

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4836

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2402

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2541

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1208

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks