DKI Kembangkan Pertanian Lahan Sempit

Selasa, 07 April 2015 Reporter: Andry Editor: Agustian Anas 8522

Pemprov DKI Genjot Program Pertanian Lahan Sempit

(Foto: doc)

Dinas ‎Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan‎ DKI Jakarta mulai tahun ini menggalakkan program pertanian perkotaan lahan sempit di lima wilayah kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu. Wujud pelaksanaan program tersebut dilakukan dengan mengembangkan pertanian lahan sempit di berbagai media tanam melalui empat metode yakni menanam buah dalam pot (tabulampot), hidroponik, vertikultur, dan aeroponik.

Kita menyambut ‎antusias dan semangat masyarakat Jakarta dalam mengembangkan pertanian lahan sempit. Kita juga sudah bekerjasama dengan RT/RW dan sejumlah komunitas untuk mengembangkan program ini,

‎Kepala Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan DKI, Darjamuni mengatakan, tahun ini program pertanian perkotaan lahan sempit digalakkan di lima wilayah kota dan Kabupaten Kepulauan Seribu. Pelaksanaan program tersebut dilakukan bersama enam suku dinas hingga ke tingkat seksi pertanian yang ada di kelurahan dan kecamatan.

"Kita menyambut ‎antusias dan semangat masyarakat Jakarta dalam mengembangkan pertanian lahan sempit. Kita juga sudah bekerjasama dengan RT/RW dan sejumlah komunitas untuk mengembangkan program ini," katanya, Selasa (7/4).

Darjamuni mengungkapkan, sejauh ini sudah banyak komunitas di Jakarta yang bersemangat untuk belajar dan menekuni pertanian perkotaan lahan sempit. Komunitas tersebut terdiri dari para pecinta tanaman hortikultura baik buah, sayuran, dan bunga. "Melalui komunitas ini, warga dapat saling berbagi informasi dan juga membangun relasi bisnis budidaya tanaman holtikultura," jelasnya.

Ia mengungkapkan, ‎para komunitas itu bahkan meluncurkan aplikasi 'Urban Farming yang dapat diunduh melalui ponsel ataupun tablet. Aplikasi tersebut diluncurkan untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi mengenai budidaya tanaman holtikultura.

Untuk mengembangkan program ini, lanjut Darjamuni, pihaknya juga berkoordinasi‎ dengan berbagai kelembagaan. Di antaranya Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Bencana (BPMPKB) serta Tim Penggerak PKK (TP PKK) DKI. ‎"Kita juga berkoordinasi dengan sejumlah pelaku usaha yang memiliki komitmen untuk mengembangkan pertanian lahan sempit dengan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR)," ungkapnya.

Di tingkat wilayah, lanjut Darjamuni, pihaknya melalui masing-masing Sudin Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan‎ telah mengembangkan metode tabulampot, hidroponik, vertikultur dan aeroponik kepada masyarakat dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan.

"Tahun ini, kita juga kembangkan program pertanian lahan sempit dengan menggunakan media pot, paralon, plastik dan lain-lain di kantor kelurahan yang tergolong kumuh untuk mengubah keadaan dari gersang menjadi hijau dan enak dipandang," tukasnya.

BERITA TERKAIT
Hadapi MEA, 971 Warga Dilatih Olah Hasil Pertanian

Hadapi MEA, 971 Warga Dilatih Olah Hasil Pertanian

Selasa, 24 Maret 2015 8391

Kurangi Polusi, 1.260 Pohon Ditanam di Jaktim

Kurangi Polusi, 1.260 Pohon Ditanam di Jaktim

Rabu, 03 Desember 2014 5953

Pertanian Sekitar Perumahan Atasi Lahan Minim

Pertanian Sekitar Perumahan Atasi Lahan Minim

Senin, 27 Oktober 2014 7175

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9220

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3185

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3611

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1473

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1899

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks