Tarif Angkutan Umum di DKI Akan Diturunkan

Jumat, 16 Januari 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Erikyanri Maulana 5533

benjamin bukit dishub

(Foto: Erna Martiyanti)

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta segera menggelar pertemuan dengan sejumlah instansi terkait guna membahas penyesuaian tarif angkutan umum di ibu kota. Hal ini dilakukan menyusul kebijakan pemerintah pusat yang kembali menurunkan harga BBM bersubsidi mulai Senin (19/1) nanti.

Saya kira ada penyesuaian, penurunan pasti ada

"Saya kira ada penyesuaian, penurunan pasti ada. Karena ini cukup signifikan penurunannya," ujar Benjamin Bukit, Kepala Dishub DKI di Balaikota, Jumat (16/1).

Pihaknya, kata Benjamin, segera menggelar pertemuan dengan Organda DKI dan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) untuk membahas penurunan tarif angkutan di ibu kota.

Tak hanya itu, sambungnya, untuk mengantisipasi harga BBM bersubsidi yang fluktuatif, pihaknya juga berencana memberlakukan tarif atas dan tarif bawah untuk angkutan umum di ibu kota. Sehingga jika ada kenaikan atau penurunan harga BBM bisa langsung disesuaikan dengan sendirinya. Kebijakan tersebut akan dituangkan dalam bentuk Surat Keputusan (SK) Gubernur. 

"Kalau harga BBM fluktuatif jadi kita antisipasi dengan SK Gubernur dengan tarif batas atas dan bawah, nanti dibahas bersama," ucapnya.

Benjamin juga meminta masyarakat untuk ikut mengawasi tarif angkutan umum. Jika ada pihak yang menggunakan tarif di luar ketentuan, agar segera dilaporkan. Pihaknya menyiapkan sanksi tegas seperti pencabutan trayek bagi angkutan umum yang melanggar.

Meski begitu, pihaknya belum bisa memastikan kapan tarif angkutan umum di ibu kota akan turun. Namun dipastikan penurunan tarif akan diberlakukan dalam waktu dekat. Terlebih, harga baru BBM terbaru mulai berlaku Senin (19/1) mendatang.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan penurunan harga BBM jenis premium dan solar. Harga kedua jenis BBM tersebut mulai berlaku mulai Senin (19/1/2015). Untuk harga premium turun menjadi Rp 6.600 per liter. Sedangkan harga solar turun menjadi Rp 6.400.

Sebelumnya, sesuai Peraturan Menteri No 39 Tahun 2014, per 1 Januari 2015 pemerintah menurunkan harga premium dari Rp 8.500 menjadi Rp 7.600 per liter. Sementara harga solar turun menjadi Rp 7.250 per liter dari sebelumnya Rp 7.500 per liter.

BERITA TERKAIT
12 Kantong Parkir di Jalur Larangan Melintas Sepeda Motor

Tarif Kopaja AC Naik Rp 1.500

Kamis, 11 Desember 2014 6639

Minim Investor, Penambahan SPBG di Jakarta Terkendala‎

Minim Investor, Penambahan SPBG Terkendala‎

Jumat, 12 Desember 2014 4596

BBM Naik, Jumlah Pengguna KRL Meningkat

Penumpang KRL Meningkat

Rabu, 10 Desember 2014 5324

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7063

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4726

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2294

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1058

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 2237

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks