Melihat Geliat Pelukis Jalanan di Kawasan Kota Tua

Rabu, 08 Januari 2020 Reporter: TP Moan Simanjuntak Editor: Budhy Tristanto 11700

Seniman Lukis di Jalan Pintu Besar Selatan Mekukis dengan Hati

(Foto: TP Moan Simanjuntak)

Bisingnya deru mesin diselingi suara klakson yang bersahutan dari kendaraan bermotor yang melintas pelan di sepanjang Jalan Pintu Besar Selatan menuju perempatan Kota Tua, Rabu (8/1) siang menjelang sore, tak menggangu Tendy (45) menggerakkan pensil konte di jemarinya membuat alur sketsa wajah di atas kanvas.    

Seniman sejati dalam berkarya tidak melihat tempat dan besaran penghasilan yang didapat,

Sejenak gerakan tangannya terhenti, pandangnya tajam menyelisik potret wajah seseorang yang ditempel di pojok atas kanvas. Lalu, kembali jemarinya lincah menari, melukis wajah dalam potret tersebut di permukaan kanvas.

Dengan bertopang pada sisi bangunan tua peninggalan zaman Belanda yang sebagian temboknya lembab oleh tetesan sisa air hujan, Tendy tampak asyik menikmati setiap goresan yang ditorehkan.

"Seniman sejati dalam berkarya tidak melihat tempat dan besaran penghasilan yang didapat," tuturnya, saat berbincang dengan beritajakarta.id, Rabu (8/1).

Di era foto digital saat ini, Tendy bersama sekitar 20 rekan lainnya sesama pelukis di Jalan Pintu Besar Selatan, kawasan Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat, yang tergabung dalam Komunitas Perspektif, masih tetap eksis menunjukkan karya-karyanya.

Menurut Tendy, umumnya pelukis yang ada di lokasi ini menggambar foto wajah dan karikatur dengan berbagai ukuran, sesuai pesanan pelanggan.

"Kami melukis di sini sejak tahun 90-an sampai sekarang. Untuk penghasilan dan order melukis yang kami dapat tiap harinya tidak pasti," kata Tendy yang juga dipercaya sebagai Ketua Komunitas Perspektif.

Dia memaparkan, tarif lukisan tergantung tingkat kesulitan dan ukurannya. Untuk lukisan sketsa wajah ukuran kecil 30x40 sentimeter dipatok dengan harga Rp 500 ribu plus bingkai. Namun, menurutnya harga tersebut masih dapat ditawar.

"Dalam sepekan, biasanya dapat tujuh sampai delapan orderan. Jadi, kalau ditotal, penghasilan sebulan bisa sekitar Rp 7 juta," ucapnya.

Hal senada diutarakan Sardi (39), rekan Tendy sesama pelukis di tempat itu. Dia mengaku, untuk satu lukisan wajah mematok harga minimal sekitar Rp 250 hingga Rp 300 ribu.

Pria yang sudah hobi melukis sejak kelas V SD ini berkisah, bersama teman-temannya pernah difasilitasi Pemprov DKI untuk menuangkan karya lukisan mereka di tiang tiang beton bangunan untuk memperindah kawasan Kota Tua sebagai destinasi wisata Ibukota.  

"Jadi, keberadaan kami di sini diakui Pemprov DKI. Kami juga turut membantu mempercantik kawasan Kota Tua yang merupakan salah satu destinasi wisata di DKI Jakarta," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Ketua DPRD DKI Buka Pameran Lukisan

Ketua DPRD DKI Buka Pameran Lukisan

Selasa, 17 Desember 2019 2384

Puluhan Pelukis dan Pematung Gelar Pameran di DPRD DKI

Puluhan Pelukis Gelar Pameran Seni Rupa di DPRD DKI

Kamis, 19 Desember 2019 6306

Kota Tua Lakukan Presentasi Kepada Peserta Workshop

20 Peserta South - South Knowledge Exchange Nikmati Suasana Kota Tua

Selasa, 17 Desember 2019 1752

BERITA POPULER
Wagub Panen Raya Cianjur otoy

Wagub Hadiri Panen Raya di Cianjur

Kamis, 12 Februari 2026 898

Gubernur pramono sertifikat aset rezap

Pemprov DKI Terima 3.922 Sertifikat Aset Senilai Rp102 T

Jumat, 13 Februari 2026 621

20260213 130728

Transjakarta: Insiden di Flyover Cijantung Karena Pengendara Motor Mengantuk

Jumat, 13 Februari 2026 590

Gubernur pramono Taman Bendera Pusaka rezap

Ada Fasilitas Olahraga Gratis, Taman Bendera Pusaka Segera Diresmikan

Jumat, 13 Februari 2026 498

Transjakarta 1e blok m pondok labu jati2

Transjakarta Berduka, Dukung Proses Penyelidikan Kecelakaan di Pondok Labu

Jumat, 13 Februari 2026 549

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks