Dinkes Ingin Puskesmas Lebih Perhatikan Standar Pelayanan

Rabu, 02 Oktober 2019 Reporter: Agung Supriyanto Editor: Toni Riyanto 5090

Penguatan Standar Pelayanan Kesehatan, Materi Penting Pada Seminar APJ

(Foto: Agung Supriyanto)

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menginstruksikan agar Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas) di Ibukota memperhatikan betul Standar Pelayanan Minimum (SPM).

Penguatan puskesmas 

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, puskesmas memiliki peran meningkatkan kualitas layanan, baik Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dengan akreditasi maupun perbaikan berkesinambungan di tengah maraknya  permasalahan dan masyarakat yang kian kritis

"Puskesmas melalui UKM dan UKP berkewajiban untuk mengatasi masalah penyakit tidak menular dan permasalahan kesehatan yang sesuai dengan karakteristik wilayahnya," ujar Widyastuti, saat acara seminar Asosiasi Puskesmas Jakarta (APJ) 2019, yang mengangkat tema "Penguatan Kapasitas UKM Pada Puskesmas BLUD Dalam Menyongsong Era Industri 4.0" di salah satu hotel di kawasan Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, Rabu (2/10).

Menurutnya, fleksibilitas dalam BLUD hendaknya dimanfaatkan untuk peningkatan pelayanan tidak hanya UKP, namun juga UKM, termasuk dari sisi anggaran dan keuangan, pengelolaan SDM Kesehatan, serta pengelolaan barang puskesmas seperti sarana, prasarana maupun alat.

"Seminar ini menjadi kali pertama digelar APJ. Tujuannya, untuk penguatan puskesmas dalam berkontribusi mencapai indikator standar pelayanan di bidang kesehatan," terangnya.

Menurutnya, dalam seminar tersebut para anggota juga diberikan pembekalan dalam menyikapi masalah kesehatan, baik hukum dan pelayanan kesehatan.

"Bukan sekadar untuk silaturahmi, kegiatan ini juga dalam rangka memperkuat APJ tidak hanya sebagai Dinkes di tingkat kota, namun juga tingkat nasional," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua APJ, Dara Pahlarini menuturkan, asosiasi ini merupakan wadah forum komunikasi puskesmas di DKI Jakarta yang anggotanya terdiri dari 44 Puskesmas yang ada di Jakarta.

"APJ dibentuk untuk membantu pengembangan puskesmas agar dapat lebih eksis. Sehingga, permasalahan yang ada dapat dirembukan menjadi satu solusi dalam forum ini," ucapnya.

Ia menambahkan, seminar diikuti 250 peserta dari anggota Puskesmas di DKI Jakarta dan 10 wilayah kota di Indonesia.

"APJ dibentuk pada bulan Desember 2018, dan sudah disahkan melalui keputusan Kementerian Hukum dan HAM. APJ sudah berbadan hukum sejak Februari 2019. Melalui adanya APJ kami ingin tugas dan tujuan puskesmas ke depan dapat semakin baik," tandasnya.

Untuk diketahui, turut hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan; Ketua Asosiasi Dinas Kesehatan Indonesia, Krisna Jaya; serta sejumlah narasumber berkompeten.

BERITA TERKAIT
 Dinkes DKI Gelar Pekan Ilmiah Tahunan

Dinkes Adakan Pertemuan Ilmiah Tahunan

Rabu, 02 Oktober 2019 4414

Sambut Satgas TPB Karhutla, Anies Tegaskan Komitmen Bantu Wilayah Terdampak Bencana

Sambut Satgas TPB Karhutla, Anies Tegaskan Komitmen Bantu Wilayah Terdampak Bencana

Selasa, 01 Oktober 2019 2107

 Dinkes DKI Menggelar Talkshow Memperingati HAD

Dinkes DKI Ingatkan Pentingnya Layanan Kefarmasian

Rabu, 25 September 2019 2576

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7198

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4893

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 3563

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2675

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1401

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks