Rupiah Melemah, Produk Tiongkok Jadi Incaran

Kamis, 18 Desember 2014 Reporter: TP Moan Simanjuntak Editor: Agustian Anas 5526

Rupiah Melemah, Produk Pabrikan Tiongkok Jadi Incaran Konsumen

(Foto: doc)

Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa hari terakhir membuat importir dan distributor elektronik dan perkakas di sentra perdagangan Glodok-Kota, Jakarta Barat terpukul. Sebab, omzet mereka menurun drastis akibat menurunnya daya beli masyarakat.

Pembeli saat ini tak peduli lagi dengan kualitas dan merek bagus. Mereka lebih memilih kompor satu tungku pabrikan Tiongkok seharga Rp 65 ribu, ketimbang kompor pabrikan lokal dengan jenis yang sama seharga Rp 90 ribu

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ini membuat harga produk lokal naik hingga 10 hingga 15 persen. Kondisi ini membuat masyarakat lebih memilih membeli produk pabrikan Tiongkok yang jauh lebih murah daripada produk lokal, seperti kipas angin, kompor, penanak nasi, DVD player, dan lampu.

“Pembeli saat ini tak peduli lagi dengan kualitas dan merek bagus. Mereka lebih memilih kompor satu tungku pabrikan Tiongkok seharga Rp 65 ribu, ketimbang kompor pabrikan lokal dengan jenis yang sama seharga Rp 90 ribu,” ujar Liana Kurniawan (34), distributor produk elektronik rumah tangga, pada acara CEO Forum bertajuk “Tantangan, Strategi, dan Peluang Menyongsong Ekonomi Tahun 2015” yang diselenggarakan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jakarta Barat, Kamis (18/12).

Dia mengatakan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS membuat omzet bisnisnya menurun. "Sebelumnya, rata-rata omzet saya sekitar Rp 5 miliar per bulan. Namun kini turun sekitar 20 persen," ujar Liana yang juga anggota HIPMI Jakarta Barat.

Pemilik Toko Saputra di Jl KH Moh Mansyur, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat ini juga mengatakan, merosotnya nilai tukar rupiah kali ini menjadi pukulan berat bagi pelaku usaha kecil. Terlebih, kondisi ini terjadi setelah kenaikan harrga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi beberapa waktu lalu.

"Saat ini, pemilik toko di pasar tradisional hanya mengantongi omzet sekitar ratusan ribu rupiah per hari. Paling hanya ada satu atau dua produk yang laku," ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan M Chandra (40), importir peralatan teknik di Glodok. Dampak melemahnya rupiah ini juga dirasakan seluruh pengusaha di seantero Glodok, Kota, Asemka, dan Tambora, dan sekitarnya. Bahkan, akibat kondisi tersebut tegas Candra, dirinya untuk sementara terpaksa menghentikan impor barang dari Tiongkok. "Kalau melihat rupiah seperti sekarang ini, saya stop impor," katanya.

Menurutnya, dampak dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar ini justru sangat terasa di bulan-bulan mendatang. Sebab, transaksi pemesanan barang impor seperti mesin las dan bor yang menjadi bidang usahanya itu dilakukan minimal tiga bulan sekali.

"Setidaknya kita negosiasi ulang dengan produsen untuk menunda pemesanan hingga satu bulan ke depan, atau paling tidak sampai nilai rupiah membaik," katanya.

BERITA TERKAIT
pembagian_gerobak_gratis_rio.jpg

67 Pedagang Setu Babakan Dapat Gerobak Gratis

Rabu, 19 Maret 2014 7382

Basuki : Penangan Banjir Tahun Depan Mesti Terpadu

Ahok Nilai Pengadaan Oleh LKPP Masih Rumit

Kamis, 18 Desember 2014 5818

Gas Elpiji 12 Kilogram naik, Omset Pedagang Anjlok 70 Persen

Omset Agen Penjual Elpiji Menurun 70 Persen

Kamis, 11 September 2014 6319

Lokbin Munjul Segera Direnovasi

Renovasi Lokbin Munjul Telan Anggaran Rp 10,2 M

Kamis, 10 Juli 2014 5521

BERITA POPULER
Program magang disnakertrans gery ist3

1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan

Senin, 04 Mei 2026 881

Gubernur pramono danatara psel rezap

Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL

Senin, 04 Mei 2026 802

Dinkes mayday monas desi

Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026

Jumat, 01 Mei 2026 1163

RZA 0510

Pramono Pastikan Pemprov Hadir Dukung Pembangunan Keluarga

Senin, 04 Mei 2026 600

IMG 20260430 WA0117

Transjakarta-Kemnaker Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Sektor Transportasi Publik

Kamis, 30 April 2026 1106

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks