Pertanian Perkotaan di DKI Diapresiasi Dunia Internasional

Kamis, 23 Mei 2019 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Toni Riyanto 3541

 Pertanian Perkotaan di DKI Diaparesiasi Dunia Internasional

(Foto: Aldi Geri Lumban Tobing)

Pertanian perkotaan atau urban farming di DKI Jakarta mampu menyedot perhatian dunia internasional karena dinilai telah berhasil, terutama melalui penerapan konsep hidroponik.

Menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita,

Atas keberhasilan dan pengalaman dalam menerapkan pertanian perkotaan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan  Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mendapat undangan untuk menghadiri Urban Agriculture World Summit (UAWS) di Tokyo, Jepang pada 28 November-3 Desember 2019.

Bergabung dengan Jakarta sebagai kota besar yang sudah berpengalaman dalam mengimplementasikan pertanian perkotaan dalam UAWS yakni, New York, London, Toronto, Seoul, serta tuan rumah Tokyo.

Kepala Bidang Pertanian Dinas KPKP DKI Jakarta, Diah Meidianti mengatakan, dalam UAWS tersebut Pemprov DKI akan mengirimkan Delegasinya salah satunya akan mengajak serta penggiat pertanian perkotaan yang sudah mengimplementasikan urban farming di Jakarta dan betul-betul berkompeten.

"Kami sudah melakukan seleksi perwakilan dari kelompok tani atau Poktan binaan atau penggiat urban farming yang telah di rekomendasikan oleh masing-masing Sudin KPKP wilayah pada 20 Mei 2019. Sudah terpilih tiga calon terbaik, selanjutnya akan kita kerucutkan lagi menjadi satu orang," ujarnya, Kamis (23/5).

Diah menjelaskan, perhelatan UAWS akan menjadi ajang saling bertukar pengalaman, informasi berkaitan dengan pengembangan pertanian perkotaan di kota besar negara peserta

"Setiap kita tentu punya karakteristik berbeda. Kita berharap dari kegiatan tersebut juga ada transfer teknologi dan pengalaman baru agar implementasi pertanian perkotaan di Ibukota semakin baik," terangnya.

Ia menambahkan, Jakarta memiliki inovasi dan terobosan yang sangat baik untuk mengembangkan pertanian dengan keterbatasan lahan.

"Kita mengaplikasikan konsep hidroponik, tanaman buah dalam pot, hingga pemanfaat secara konvensional untuk lahan tidur," ungkapnya.

Menurutnya, pertanian perkotaan di Jakarta sudah mendapatkan apresiasi dari dunia internasional. Pasalnya, Pemprov DKI melalu Dinas KPKP juga sudah berkontribusi mengirimkan komoditas salak condet dan kenari untuk dibudidayakan di Botani Park, Seoul.

"Itu tentunya juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita. Melalui jalinan kerja sama ini kita telah membuktikan untuk ikut berkontribusi," tandasnya.

BERITA TERKAIT
40 Kg Timun Lokal Dipanen di Bintaro

40 Kilogram Timun Lokal Hasil Urban Farming Dipanen

Senin, 20 Mei 2019 3087

40 Kg Timun Lokal Dipanen di Bintaro

40 Kilogram Timun Lokal Hasil Urban Farming Dipanen

Senin, 20 Mei 2019 3087

Dinas KPKP Panen 8 Ton Jagung di Ciangir

Dinas KPKP Panen 8 Ton Jagung di Ciangir

Jumat, 10 Mei 2019 4259

BERITA POPULER
IMG 20260319 191414

PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar

Kamis, 19 Maret 2026 2313

IMG 20260319 WA0000

Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan

Kamis, 19 Maret 2026 2277

Mudik gratis pemprov rezap

Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan

Selasa, 17 Maret 2026 1693

Car free night sarinah otoy

Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran

Kamis, 19 Maret 2026 965

IMG 20260314 160842

150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

Sabtu, 14 Maret 2026 1742

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks