Parkir Meter di Jl Sabang Masih Gunakan Uang Koin

Kamis, 06 November 2014 Reporter: Jhon Syah Putra Kaban Editor: Dunih 5225

Parkir Meter Jln Sabang Masih Gunakan Koin

(Foto: Jhon Syah Putra Kaban)

Rencana perubahan sistem pembayaran parkir meter dari uang koin menjadi uang elektronik di Jl Sabang atau Jl H Agus Salim, Jakarta Pusat, pada awal November ini belum juga terealisasi. Akibatnya, pengendara yang parkir di Jl Sabang Sabang masih Membayar parkir dengan uang koin atau uang receh. Kondisi ini cukup menyulitkan pengendara yang terpaksa harus mencari uang receh dulu sebelum parkir.

Semoga cepatlah kartu elektroniknya, jadi kan kita tinggal atur parkirnya saja

Pantauan beritajakarta.com sebanyak 11 mesin parkir meter yang terpasang di Jl Sabang masih menggunakan mesin koin. Untuk mengakomodir kesulitan pengendara, petugas parkir terlihat membawa kantong plastik hitam berisi uang recehan lima ratus rupiah. Mereka terlihat cukup kewalahan mengatur keluar masuk kendaraan yang parkir dan melayani tukar uang receh dari pemilik kendaraan.

Maman (60), juru parkir mengaku, pihaknya belum tahu informasi kapan layanan parkir tersebut akan diganti menggunakan kartu elektronik. Informasi yang didapatnya pun masih simpang siur.

"Katanya awal November, cuma sampai sekarang belum jelas lagi. Ada yang bilang bulan depan malahan," ujarnya, Kamis (6/11).

Menurutnya, mesin parkir meter dengan koin ini kurang efektif mengingat dirinya harus membawa kantong yang berisi koin ke mana-mana. Pasalnya, banyak pengguna kendaraan tidak memiliki koin. Alhasil, dirinya juga sering kelimpungan jika koin di kantong habis.

"Dari UPT Parkir memang disediakan uang recehan sebesar Rp 300-500 ribu, tapi kalau ramai yang pada nukar tak lama juga habis. Semoga cepatlah kartu elektroniknya, jadi kan kita tinggal atur parkirnya saja," harapnya.

Terkait hal itu, Kepala UPT Perparkiran, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sunardi Sinaga mengatakan, akan ada keterlambatan peralihan pembayaran mesin parkir menggunakan kartu elektronik. Keterlambatan itu karena saat ini masih ada pemasangan perangkat di dalam mesin parkir.

"Mudah-mudahan dalam minggu kedua ini sudah selesai alatnya dipasang. Sehingga sudah bisa digunakan," katanya.

Ahmed (32) salah seorang pengendara mengaku, mendukung upaya pembayaran parkir dengan menggunakan kartu elektronik, karena lebih mudah daripada harus menggunakan uang receh.

"Kalau pakai kartu gampang, habis tinggal isi ulang. Kan kita gak setiap saat ada uang koin, semoga cepat terlaksana," ucapnya.

BERITA TERKAIT
Parkir Meter Terkendala Uang Receh

Awal November, Parkir Meter Pakai Uang Elektronik

Selasa, 28 Oktober 2014 6002

parkir meter beritajakarta

Maksimalkan Parkir Meter, PKL Jl Sabang Akan Direlokasi

Rabu, 08 Oktober 2014 4461

parkir meter beritajakarta

Pendapatan Parkir di DKI Naik Rp 6 juta

Jumat, 03 Oktober 2014 5942

Parkir Meter Terkendala Uang Receh

Mesin Parkir Meter Akan Dipasang di 300 Lokasi

Selasa, 30 September 2014 3906

Parkir Meter Terkendala Uang Receh

Parkir Meter Terkendala Uang Receh

Minggu, 28 September 2014 4810

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3887

Rano tinjau Jalan Rusak Thamrin jati

Rano Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Terus Dilakukan

Selasa, 03 Februari 2026 453

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 738

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 648

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1136

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks