Pendapatan Parkir di DKI Naik Rp 6 juta

Jumat, 03 Oktober 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Agustian Anas 6268

parkir meter beritajakarta

(Foto: Rudi Hermawan)

Uji coba parkir meter di Jalan Agus Salim atau Jalan Sabang, Jakarta Pusat selama sepekan ini terbilang sukses. Selain mampu mengurangi kemacetan, parkir meter di lokasi tersebut juga mampu mendongkrak pendapatan dari retribusi parkir hingga 12 kali lipat. Jika sebelum ada parkir meter, pendapatan rata-rata hanya Rp 500 ribu per hari, maka saat ini bisa mencapai Rp 6 juta per hari. 

Sementara transaksi saat ini sudah tembus Rp 6 juta perhari. Selama ini setoran parkir dari Jalan Sabang hanya sekitar Rp 500 ribu per hari

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sunardi Sinaga, mengatakan, pendapatan yang diraih dari parkir meter mencapai Rp 6 juta per hari. "Sementara transaksi saat ini sudah tembus Rp 6 juta per hari. Selama ini, setoran parkir dari Jalan Sabang hanya sekitar Rp 500 ribu per hari," kata Sunardi, Jumat (3/10). 

Bahkan pihaknya menargetkan pendapatan parkir bisa menembus angka Rp 14 juta per hari. Namun target itu bisa dicapai dengan syarat perbaikan trotoar cepat diselesaikan serta warga mau membayar parkir dengan jujur. Sebab, menurut Sunardi, kondisi trotoar di Jalan Sabang hanya 50 persen yang bisa digunakan untuk parkir. Seharusnya 50 persen lainnya bisa diperbaiki sehingga lahan parkir lebih luas dan pendapatannya pun meningkat. "Kondisi sekarang trotoarnya masih sekitar 50 persen yang terpakai untuk parkir. Kami juga tidak mungkin mengawasi kejujuran pengendara untuk parkir," kata Sunardi.

Selain itu, untuk meningkatkan pendapatan parkir di kawasan tersebut akan diterapkan sistem e-money. Namun, pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak bank untuk dapat menerapkan e-money dalam parkir meter. Selain itu, bank-bank itu juga akan dilakukan lelang tender investasi. "Tapi dengan penerapan e-money, target transaksi akan tercapai," ungkapnya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI bakal memasang alat parkir meter di seluruh Jakarta. Bahkan pada tahun 2016 mendatang, seluruh ruas jalan di Ibu Kota sudah terpasang alat setinggi 170 sentimeter itu. Mesin parkir seharga Rp 200 juta per unit itu rencananya akan dipasang di Jalan Juanda, Jalan Kelapa Gading, dan Pasar Baru.

Adapun metode pembayaran parkir pada alat yang diimpor dari Swedia itu menggunakan uang koin pecahan Rp 500 dan Rp 1.000. Untuk sekali parkir, pengguna motor dibebankan Rp 2.000 per jam dan mobil dikenakan biaya Rp 5.000 per jam. Dishub DKI pun merekrut juru parkir di sana untuk membantu menyosialisasikan kepada warga, dan mendapat gaji sebesar Rp 4,8 juta.

BERITA TERKAIT
Parkir Meter Terkendala Uang Receh

Mesin Parkir Meter Akan Dipasang di 300 Lokasi

Selasa, 30 September 2014 4106

parkir meter beritajakarta

Parkir Meter Akan Pakai Uang Elektronik

Senin, 29 September 2014 6145

Parkir Meter Terkendala Uang Receh

Parkir Meter Terkendala Uang Receh

Minggu, 28 September 2014 5028

parkir meter beritajakarta

Dishub Akan Evaluasi Parkir Meter di Jl Sabang

Jumat, 26 September 2014 4893

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2866

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1258

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1051

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 1192

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 585

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks