Ahok Duga PAM Jaya Suplai Air ke Industri

Rabu, 08 Oktober 2014 Reporter: Folmer Editor: Agustian Anas 4377

Ahok Duga PAM Jaya Suplai Air ke Industri

(Foto: doc)

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, meluapkan kekesalan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pelayanan air bersih, PAM Jaya. Pasalnya, Basuki merasa selama ini PAM Jaya lebih mengutamakan kepentingan industri daripada melayani warga. Akibatnya, sejak puluhan tahun silam, Jakarta mengalami krisis air bersih.

Saya lihat ada tangki air gratis, malahan dijual ke industri. Bukan mengutamakan warga, tapi monopoli

"Sejak 1981, saya tinggal di Jakarta, saya sudah kayak orang kaya, mandi pakai air mineral. Saya dendam luar biasa pada PAM," kata Basuki, saat memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Ketahanan Air di Provinsi DKI, di Balaiagung, Rabu (8/10).

  

Pria yang akrab disapa Ahok itu mengatakan, selama ini PAM Jaya lebih mengutamakan kepentingan industri. Alhasil, sebagian warga Jakarta, khususnya di wilayah Jakarta Utara kesulitan memperoleh pasokan air bersih dan terpaksa menyedot air tanah.

"Saya lihat ada tangki air gratis, malahan dijual ke industri. Bukan mengutamakan warga, tapi monopoli. Sudah tahu nggak ada air tanah, mestinya di-drop satu kubik di daerah itu kan. Saya tinggal di Jakarta di tempat yang rawan banjir, tapi nggak ada air di Pluit. Saya tahu persis namaya susah air, bagaimana dikerjain. Tapi inilah Jakarta," ujarnya.

Ahok mengungkapkan, kondisi rawan air di ibu kota berbahaya karena warga akan secara terus menerus mengambil air tanah yang akhirnya akan berdampak pada penurunan permukaan tanah di Jakarta.

"Ini bahaya, persoalan ketahanan air kita sudah sangat serius. Di film kolosal kan untuk menang sumber air kota dimatiin. Orang Jakarta nggak usah diajak perang. Matiin airnya pasti akan mati dia," ungkapnya.

Oleh karena itu, kata Ahok, Pemprov DKI merasa perlu memberikan yang terbaik, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air. Hal itu termasuk dengan melakukan privatisasi pada operator yang bekerja sama dengan PAM Jaya, Palyja.

Namun, hingga saat ini, akuisisi itu belum dapat dilaksanakan. Sebab, DKI masih harus menghadapi gugatan hukum oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Karena itu, Basuki mengancam akan memecat PNS atau staf yang ketahuan "bermain" dengan pelayanan air.

"Tahun depan akan ada PNS kami pecat-pecatin, nanti kami turunkan golongan dan jadi staf. Selama ini, pejabat eselon itu tenang-tenang saja karena hanya muter-muter saja jabatannya di eselon yang sama, sekarang peraturan itu tidak berlaku lagi," tegasnya.

BERITA TERKAIT
air minum ilustrasi

4 Sungai Berpotensi Jadi Sumber Air Minum

Kamis, 02 Oktober 2014 18710

Penggunaan Air Tanah Marak di Jakut

Penggunaan Air Tanah Marak di Jakut

Senin, 09 Juni 2014 5551

Warga Kampung Sawah Memanfaatkan air Hujan Untuk Kebutuhan sehari-hari.

Warga Kampung Sawah Kesulitan Air Bersih

Selasa, 03 Juni 2014 8216

air minum ilustrasi

4 Sungai Berpotensi Jadi Sumber Air Minum

Kamis, 02 Oktober 2014 18710

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2914

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1235

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 496

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1280

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1084

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks