Ratusan Bangunan di Tepi Kali Semongol Akan Dibongkar

Rabu, 17 September 2014 Reporter: Devi Lusianawati Editor: Widodo Bogiarto 5242

bangunan kali semongol devi

(Foto: Devi Lusianawati)

Pemkot Administrasi Jakarta Barat akan menormalisasi Kali Semongol yang berada di Kelurahan Tegal Alur dan Kelurahan Kamal, Kalideres. Normalisasi kali mendesak dilakukan untuk mengurangi dampak banjir saat musim hujan.

Kalau tidak perubahan waktu, rencananya pematokan akan dilakukan tanggal 18 September besok

Terkait rencana tersebut, warga yang tinggal di bantaran Kali Semongol mulai resah lantaran pemukimannya bakal ditertibkan. Warga berharap, Pemkot Administrasi Jakarta Barat bersedia memberikan solusi tempat tinggal bagi mereka pasca pembebasan lahan dilakukan. 

Marwiyah (55), salah satu warga bantaran Kali Semongol mengaku, warga umumnya sudah mengetahui rencana Kali Semongol akan dinormalisasi. Pasalnya, pihak kelurahan dan kecamatan sudah berkali-kali melakukan sosialisasi.

"Sosialisasinya memang sudah sering. Rencananya memang dibongkar, tapi kami tidak tahu kapan dilakukan," kata Marwiyah saat ditemui di rumahnya RT 03/011 Kelurahan Tegal Alur, Kelideres.

Marwiyah mengungkapkan, dirinya pernah mendatangi kantor Kelurahan Tegal Alur di Jl Kramat Raya untuk  mempertanyakan  kepastian waktu dan luas tanah yang akan terkena penggusuran. "Tapi jawaban pihak kelurahan beda-beda. Katanya masih lama, ada juga yang bilang tanggal 18 September mau dipatok," ujarnya.

Lurah Tegal Alur, Anik Sulastri menjelaskan,  warga memang kerap mengeluhkan soal luas tanah yang akan ditertibkan untuk proyek normalisasi Kali Semongol. "Kalau tidak perubahan waktu, rencananya pematokan akan dilakukan tanggal 18 September besok," ujarnya.

Anik mengatakan, total ada 345 kepala keluarga (KK) yang berada di 8 RW dan 17 RT yang lahannya akan dibebaskan. "Warga meminta kepastian kepada Pemkot Jakarta Barat untuk tempat tinggal yang bisa mereka tempati pasca pembebasan lahan dilakukan nanti," jelasnya.

Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Barat, Syamsuddin Lologao mengatakan, saat ini proses normalisasi kali tersebut masih terfokus pada proses sosialisasi dan pendataan bangunan milik warga yang terkena normalisasi. "Nantinya kalau data sudah lengkap, dilanjutkan pembebasan lahan atau bangunan,” jelas Syamsuddin.

Langkah normalisasi Kali Semongol ini, kata Syamsudin, karena wilayah Tegal Alur merupakan daerah langganan banjir baik akibat hujan ataupun rob (pasang air laut). Normalisasi juga dilakukan lantaran selama ini kondisi kali mengalami pendangkalan dan penyempitan, karena banyaknya bangunan yang berdiri di bantaran kali.

BERITA TERKAIT
Proyek Normalisasi Kali Sunter Terganjal Pembebasan Lahan

Normalisasi Kali Sunter Terkendala Pembebasan Lahan

Selasa, 16 September 2014 5774

Jadi Penyebab Macet, Dua Unit Bangunan Dibongkar di Tambora

Serobot RTH, 200 Bangunan di Sunter Dibongkar

Senin, 15 September 2014 5810

bongkaran kampung pulo jakarta

5 Ruko di Tepi Ciliwung Terkena Proyek Normalisasi

Rabu, 03 September 2014 4647

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7109

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4799

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1869

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2468

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1008

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks