Pemprov DKI Akan Fasilitasi Ratusan Ribu PKL

Jumat, 29 Agustus 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Dunih 5696

ahok_pake_peci.jpg

(Foto: doc)

Upaya pembinaan pedagang kaki lima (PKL) terus dilakukan Pemprov DKI. Namun, sebelum melakukan pembinaan dan pemberian fasilitas, Pemprov DKI akan mendata PKL terlebih dahulu. Sebab, saat ini saja jumlahnya sudah mencapai 600 ribu PKL. Nantinya, selain akan mendapatkan fasilitas tempat berdagang, PKL binaan tersebut juga akan diberikan pelatihan.

Kita perkirakan jumlahnya ada 600 ribu. Yang resmi hanya 100 ribu saja, sisanya tidak resmi

"Kita perkirakan jumlahnya ada 600 ribu. Yang resmi hanya 100 ribu saja, sisanya tidak resmi," kata Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balaikota, Jumat (29/8).

Ahok menambahkan, nantinya para PKL akan diberikan surat perjanjian untuk mengikatnya. Mereka juga akan diwajibkan memiliki rekening Bank DKI agar memudahkan pembayaran retribusi. Jika selama ini keberadaan mereka tidak teratur, nantinya mereka akan ditempatkan di lokasi-lokasi yang tidak menganggu masyarakat, seperti taman, trotoar, tempat wisata, gedung perkantoran, serta pusat perbelanjaan. Karena saat ini, banyak PKL yang mangkal di sekitar gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan. Namun, PKL yang akan ditata harus memiliki KTP DKI. 

PKL yang ditata, juga akan diberikan pelatihan, khususnya untuk kuliner. Sehingga mereka bisa memberikan makanan yang bersih dan sehat untuk pembeli. "Kita ingin seluruh PKL di Jakarta itu di bawah kendali kita. Bahkan, nanti saya bisa punya data, misalnya di Jalan Raden Saleh ada PKL jualan apa saja," ujarnya.

Ditegaskan Ahok, PKL juga harus bertanggung jawab jika ada PKL liar. Mereka diminta untuk mencegahnya. Sehingga ke depan jumlah PKL di Jakarta tidak berkembang. "Kalau ada PKL yang liar dia tidak usir, maka mereka semua akan kita usir. Ini pakai surat pernyataan," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga menginstruksikan camat dan lurah untuk mengontrol perkembangan PKL. Masyarakat juga bisa ikut melakukan pengawasan terhadap para PKL agar keberadaannya tidak mengganggu ketertiban umum. Menurut Ahok, selain harus memiliki rekening Bank DKI, pedagang juga harus memiliki tanda pengenal yang berfungsi sekaligus sebagai kartu ATM. Sehingga diharapkan tidak ada lagi pemalsuan identitas.

"Name tag-nya bukan asal cetak. Ini adalah kartu ATM tabungan Anda. Supaya kalau didebet harian, hingga 3 kali berturut-turut tidak ada duit, kamu di-blacklist oleh Bank Indonesia," tegas Ahok.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP), Joko Kundaryo mengatakan, saat ini sudah ada 2.000 PKL yang retribusinya menggunakan autodebet. Jumlah tersebut tersebar di lima wilayah, seperti di Jalan Surabaya Menteng, Lorong 103 Koja, Lokasi Binaan (Lokbin) Meruya Ilir, dan Lokbin Makasar.

"Nanti secara bertahap semua akan menggunakan autodebet. Semuanya pakai Bank DKI," tandas Joko.

BERITA TERKAIT
Lahan Banyak Belum Dibayar, PKL Masih menjamur

PKL KBT Ditarik Sewa Lapak dengan Autodebet

Senin, 25 Agustus 2014 5466

Pasar Jiung Kemaoyoran

Lokasi PKL Pasar Jiung Diusulkan Jadi Pasar Malam

Senin, 25 Agustus 2014 19236

PKL Festival jalan jaksa

Festival Jalan Jaksa Diramaikan PKL Liar

Jumat, 22 Agustus 2014 4639

kita buat tiap malam night market di sana

September, Kelurahan di Jakpus Gelar Night Market

Selasa, 26 Agustus 2014 10863

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7122

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4813

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1943

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2488

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1044

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks