PKL KBT Ditarik Sewa Lapak dengan Autodebet

Senin, 25 Agustus 2014 Reporter: Jhon Syah Putra Kaban Editor: Dunih 5465

Lahan Banyak Belum Dibayar, PKL Masih menjamur

(Foto: doc)

Sistem autodebet pembayaran restribusi akan diberlakukan bagi ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang berdagang di sepanjang jalur Kanal Banjir Timur (KBT). Nantinya para PKL tersebut, akan diberikan kartu pengenal PKL. Untuk tahap awal jumlah PKL sekarang sedang diinventarisasi oleh Kecamatan Duren Sawit.

Jumlah pedagang di sana 490 orang, kalau Sabtu-Minggu bisa sampai 1.000 orang. Tidak heran tempat tersebut jadi macet, akibat pedagang berjualan di bahu jalan

Camat Duren Sawit, Abu Bakar menuturkan, saat ini pihaknya tengah melakukan inventarisasi terhadap PKL, khususnya yang berada di Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Malaka Jaya, dan Malaka Sari. Karena Jumlah PKL di sepanjang KBT yang masuk ke kelurahan tersebut cukup tinggi jumlahnya.

"Jumlah pedagang di sana 490 orang, kalau Sabtu-Minggu bisa sampai 1.000 orang. Tidak heran tempat tersebut jadi macet, akibat pedagang berjualan di bahu jalan," ujarnya, Senin (25/8).

Diakuinya, nanti setelah dilakukan inventarisasi pedagang yang boleh berjualan hanya yang memiliki KTP DKI, dan harus membuka tabungan di Bank DKI.

"Setiap hari ditagih Rp 5000 menggunakan sistem autodebet Bank DKI, selain itu pedagang tersebut juga dapat pinjaman modal Rp 5 juta. Uangnya masuk ke kas Pemda DKI," ungkapnya.

Sedangkan yang tidak memiliki kartu pengenal PKL tidak diperkenankan berjualan, karena itu khusus untuk yang ber-KTP DKI saja. Sebab, selama ini banyak juga pedagang yang datang dari Bekasi, Bogor, dan Tangerang. "Buang sampah juga di situ, sangat meresahkan," sesalnya.

Selain itu, nantinya pihak kecamatan bersama UPT KBT dibantu TNI dan Polri akan melakukan pengawasan secara bersama. Jika PKL turun ke jalan, akan diberikan peringatan sampai sanksi tidak boleh berdagang di tempat itu lagi.

"Kita harap mereka jangan sampai mengganggu aktivitas jalan, kalau melanggar kartunya ditarik dan tidak boleh berdagang lagi," tegasnya.

BERITA TERKAIT
ahok bayar zakat blok g dok beritajakarta

Basuki Minta Semua Warga DKI Punya Rekening Bank

Rabu, 06 Agustus 2014 4209

Lahan Banyak Belum Dibayar, PKL Masih menjamur

PKL Kuasai Lahan Sekitar KBT

Rabu, 13 Agustus 2014 3441

Sektor Pendapatan Retrebusi Daaerah DKI 2013 Hanya Capai 68 Persen

Basuki Blusukan ke KBT

Jumat, 11 Juli 2014 3669

kini wajib membayar sewa melalui rekening di Bank DKI.

1.000 KK Wajib Bayar Sewa Rusun Marunda Via Bank

Rabu, 20 Agustus 2014 7211

150 Petugas Gabungan Usir PKL di Sepanjang KBT

150 Satpol PP Tertibkan PKL di KBT

Selasa, 17 Juni 2014 3426

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7113

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4803

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1897

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2474

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1017

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks