Pengusaha Kabur, Buruh Datangi Sudin Nakertrans

Jumat, 22 Agustus 2014 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Widodo Bogiarto 4415

buruuh nakertrans

(Foto: doc)

Puluhan buruh PT Myung Shiung, mendatangi kantor Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Jakarta Utara di Jl Raya Plumpang, Tugu Selatan, Koja, Jumat (22/8). Kedatangan buruh yang mewakili 450 rekannya tersebut untuk meminta bantuan Sudin Nakertrans terkait masa depan mereka, setelah sejak Juli lalu, pimpinan perusahaan tersebut diketahui telah melarikan diri keluar negeri.

Kami meminta perusahaan untuk melunasi kewajibannya. Kalau memang sudah berhenti, kami menuntut diberikan uang pesangon

PT Myung Shiung yang berlokasi di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang garmen. Di perusahaan tersebut tercatat ada 450 karyawan yang dipekerjakan. Namun tiba-tiba, pemilik perusahaan menghilang sejak Juli lalu. Padahal perusahaan belum memenuhi kewajibannya membayar gaji buruh di bulan Juni.

Salah seorang buruh PT Myung Shiung, Wiwin Kustiyani (31) mengaku, sejak bulan Juni lalu, seluruh karyawan tidak lagi mendapatkan gajinya. Selain gaji, perusahaan juga tidak membayar tunjangan hari raya (THR) pada Hari Raya Idul Fitri kemarin.

"Kami meminta perusahaan untuk melunasi kewajibannya. Kalau memang sudah berhenti, kami menuntut diberikan uang pesangon," kata Wiwin yang sudah bekerja selama 14 tahun di perusahaan tersebut.

Wiwin mengungkapkan, dirinya dan ratusan buruh lainnya sengaja tetap bertahan di perusahaan itu lantaran khawatir aset-aset yang tersisa akan ikut dibawa lari. Sejumlah aset yang tersisa ditaksir mencapai Rp 2,5 miliar. Namun jumlah tersebut harus dipotong tunggakan sewa pabrik ke KBN sebesar Rp 1,2 miliar serta biaya operasional listrik, air dan sebagainya sekitar Rp 600 juta.

Kepala Sudin Nakertrans Jakarta Utara, Mujiono mengatakan, selain di Jakarta,  PT Myung Shiung juga memiliki pabrik di Sukabumi, Jawa Barat. Ia mengaku telah memanggil kuasa hukum perusahaan dan komisaris dari perusahaan tersebut yang berada di Sukabumi.

"Kemarin kita sudah layangkan surat ke kuasa perusahaan dan komisaris di Sukabumi. Isinya agar mereka menunaikan kewajibannya kepada pekerja. Siang ini kami akan gelar rapat bersama," ujar Mujiono.

Menurut Mujiono, terkait kisruh di perusahaan itu, pihaknya sudah berupaya mencekal pimpinan perusahaan, namun yang bersangkutan sudah keburu kabur keluar negeri.

BERITA TERKAIT
Masalah Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Pemerintah Butuh Terobosan Baru

Masalah Ketenagakerjaan Butuh Terobosan Baru

Kamis, 31 Juli 2014 5235

 Tim ini bertugas untuk memantau pembayaran THR oleh  perusahaaan-perusahaan di Jakarta Barat agar m

Sudin Nakertrans Siapkan Tim Pengawas THR

Senin, 14 Juli 2014 5681

Bursa Tenaga Kerja Jakpus Terancam Molor

Bursa Tenaga Kerja Jakpus Terancam Molor

Jumat, 15 Agustus 2014 4565

4.000 lowongan Kerja di Siapkan Di Jakarta Barat

Bursa Kerja Jakbar Bagikan 400 Kartu Kuning

Rabu, 18 Juni 2014 5369

Bursa Kerja Jaktim Diserbu Pengunjung

Bursa Kerja Jaktim Diserbu Pengunjung

Sabtu, 31 Mei 2014 4109

BERITA POPULER
750 Warga Terima Bantuan Sosial di Terminal Bus Kampung Rambutan

Pekerja dan Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Dibantu Sembako

Rabu, 17 Juni 2026 5301

IMG COM 202606161328598850

TMR Ramai Dikunjungi Wisatawan

Selasa, 16 Juni 2026 1372

Cuaca hujan ringan dessy doc

Hujan Ringan Diperkirakan Basahi Jakarta Sore Ini

Minggu, 14 Juni 2026 1449

IMG 20260613 WA0042

Sudin LH Jaksel OTT Delapan Pelaku Buang Sampah Sembarangan

Sabtu, 13 Juni 2026 1378

Cuaca cerah Jakarta jati

Langit Jakarta Diprakirakan Cerah Hari Ini

Kamis, 18 Juni 2026 561

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks