Jokowi: Patung Pancoran Sudah Lama Tidak Dibersihkan

Rabu, 13 Agustus 2014 Reporter: Rudi Hermawan Editor: Dunih 7502

Jokowi : Patung Pancoran Memang Sudah Lama Tidak di Bersihkan

(Foto: doc)

Aktivitas pembersihan dua patung cagar budaya di DKI Jakarta diakui Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sudah saatnya dilakukan. Sebab, Patung Dirgantara atau yang dikenal dengan Patung Pancoran dan Patung Diponegoro di Menteng Jakarta Pusat tersebut sudah lama tidak dibersihkan. Padahal, posisinya sendiri berada di jalan strategis yang memungkinan kotor terkena debu dan asap kendaraan.

Ya patung itu (Pancoran) memang sudah lama tidak dibersihkan, tidak dirawat. Itu yang mau kita lakukan

"Ya patung itu (Pancoran) memang sudah lama tidak dibersihkan, tidak dirawat. Itu yang mau kita lakukan," kata Jokowi di Balaikota, Rabu (13/8).

Sedangkan, mengenai besaran biaya yang dikeluarkan untuk membersihkan kedua patung tersebut dirinya tidak mengetahuinya. Namun, ia tidak mempermasalahkan biaya yang dikeluarkan, asalkan melalui proses dan tahap yang benar.

"Ga hafal biayanya, dicek saja biayanya dan itu sudah dilelang belum? Tapi, kalau sudah dilelang dan biaya besar ya dihitung saja," ujarnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Balai Konservasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, Eni Prihantini mengatakan, jumlah patung yang menjadi bangunan cagar budaya di Jakarta tercatat sebanyak 22 patung.‬ ‪Pembersihan atau konservasi patung telah dimulai sejak tahun lalu. Ada sebanyak lima patung yang telah dibersihkan pada tahun 2013. Sedangkan pada tahun ini, pihaknya akan membersihkan dua patung.‬

‪“Tugas kami yakni mengkonservasi Patung Dirgantara dan Patung Diponegoro yang merupakan cagar budaya. Sebanyak 5 patung yang merupakan cagar budaya juga telah dibersihkan pada 2013," ujar Eni, kemarin.‬

‪Patung Dirgantara, kata Eni, sejak dibangun pada 1964 silam belum pernah dibersihkan. Sedangkan untuk Patung Diponegoro yang dibangun pada tahun 1965, pernah dikonservasi pada tahun 2007 lalu. "Kondisinya saat ini sudah kronis sehingga mempengaruhi daya tahan patung tersebut. Sebelum konservasi, kami telah mengobservasi kedua patung tersebut pada Juni lalu. Hasilnya, kami mendiagnosa kondisi kedua patung itu perlu dibersihkan secepatnya," tuturnya.‬

‪Menurutnya, kondisi kedua patung saat ini terlihat kusam dan kotor. Sebagian permukaan patung mengalami keausan, teroksidasi, terkorosi sebagai akibat adanya penggaraman. Terutama yang disebabkan garam khlorida.‬ ‪Kondisi tersebut disebabkan keberadaannya yang terletak di ruang publik terbuka secara langsung sehingga terpengaruh berbagai faktor lingkungan yang fluktuatif dan terpolusi zat-zat polutan yang bersifat korosif.‬

‪“Dudukan Patung Dirgantara yang terbuat dari cor beton bertulang juga banyak mengalami pertumbuhan ganggang berwarna kehitam-hitaman," tandasnya.

BERITA TERKAIT
humanoid erna beritajakarta

Humanoid Jakarta Terbesar di Asia Tenggara

Jumat, 20 Juni 2014 5545

Berkah Berlipat Dirasakan Pekerja Tugu Monas

Mulai Agustus, Masuk Tugu Monas Pakai Sistem Gelang

Kamis, 31 Juli 2014 5395

perawatan patung dirgantara

2 Patung Cagar Budaya di Ibu Kota Dibersihkan

Selasa, 12 Agustus 2014 6686

arie budiman istimewa

Mau Lihat Patung Bergerak, Silakan ke Monas

Kamis, 19 Juni 2014 4157

arie budiman istimewa

Atraksi 487 Manusia Patung Meriahkan HUT Jakarta

Kamis, 19 Juni 2014 5615

BERITA POPULER
Program magang disnakertrans gery ist3

1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan

Senin, 04 Mei 2026 886

Gubernur pramono danatara psel rezap

Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL

Senin, 04 Mei 2026 806

Dinkes mayday monas desi

Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026

Jumat, 01 Mei 2026 1182

RZA 0510

Pramono Pastikan Pemprov Hadir Dukung Pembangunan Keluarga

Senin, 04 Mei 2026 602

IMG 20260430 WA0117

Transjakarta-Kemnaker Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Sektor Transportasi Publik

Kamis, 30 April 2026 1118

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks