2 Patung Cagar Budaya di Ibu Kota Dibersihkan

Selasa, 12 Agustus 2014 Reporter: Folmer Editor: Lopi Kasim 6591

perawatan patung dirgantara

(Foto: Agustinus Yossy)

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta kembali akan melakukan korservasi atau pembersihan dua bangunan cagar budaya di ibu kota. Kedua cagar budaya yang akan dibersihkan yakni Patung Dirgantara atau yang lebih dikenal dengan sebutan Patung Pancoran dan Patung Diponegoro di Menteng, Jakarta Pusat.

Sebelum konservasi, kami telah mengobservasi kedua patung tersebut pada Juni lalu

Pengerjaan konservasi Patung Dirgantara telah dimulai sejak Senin (11/8) kemarin hingga 19 September mendatang. Sementara untuk konservasi Patung Diponegoro, akan dilaksanakan pada 17 September hingga 2 Oktober mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Balai Konservasi Disparbud DKI Jakarta, Eni Prihantini mengatakan, total jumlah patung yang menjadi bangunan cagar budaya di Jakarta tercatat sebanyak 22 patung.

Pembersihan atau konservasi patung telah dimulai sejak tahun lalu. Ada sebanyak lima patung yang telah dibersihkan pada tahun 2013. Lalu pada tahun ini, pihaknya akan membersihkan dua patung.

“Tugas kami yakni mengkonsevasi Patung Dirgantara dan Patung Diponegoro yang merupakan cagar budaya. Sebanyak 5 patung yang merupakan cagar budaya juga telah dibersihkan pada 2013," ujar Eni di Balaikota, Selasa (12/8).

Patung Dirgantara, kata Eni, sejak dibangun pada 1964 silam belum pernah dibersihkan. "Kondisinya saat ini sudah kronis sehingga mempengaruhi daya tahan patung tersebut," jelasnya.

Sedangkan untuk Patung Diponegoro yang dibangun pada tahun 1965, pernah dikonservasi pada tahun 2007 lalu. “Sebelum konservasi, kami telah mengobservasi kedua patung tersebut pada Juni lalu. Hasilnya, kami mendiagnosa kondisi kedua patung itu sudah kronis sehingga perlu dibersihkan secepatnya," tuturnya.

Menurutnya, kondisi kedua patung saat ini terlihat kusam dan kotor. Sebagian permukaan patung mengalami keausan, teroksidasi, terkorosi sebagai akibat adanya penggaraman. Terutama yang disebabkan garam khlorida.

Kondisi tersebut disebabkan keberadaannya yang terletak di ruang publik terbuka secara langsung sehingga terpengaruh berbagai faktor lingkungan yang fluktuatif dan terpolusi zat-zat polutan yang bersifat korosif.

“Dudukan Patung Dirgantara yang terbuat dari cor beton bertulang juga banyak mengalami pertumbuhan ganggang berwarna kehitam-hitaman dari family Cyanophyeceae (blue green algae),” ungkapnya.

Melihat kondisi itu, tambah Eni, pihaknya wajib melakukan perawatan secara periodik untuk menjaga kelestarian kedua patung tersebut.

BERITA TERKAIT
Buka Puasa Bersama LKB

Sanggar Betawi Butuh Bantuan Pemprov DKI

Senin, 21 Juli 2014 6529

jakarnaval dok beritajakarta

1.200 Peserta & 30 Mobil Hias Ramaikan Jakarnaval

Jumat, 20 Juni 2014 5531

arie budiman istimewa

Mau Lihat Patung Bergerak, Silakan ke Monas

Kamis, 19 Juni 2014 4053

Buka Puasa Bersama LKB

Sanggar Betawi Butuh Bantuan Pemprov DKI

Senin, 21 Juli 2014 6529

446 Tempat Hiburan Wajib Tutup Selama Ramadhan

446 Tempat Hiburan di DKI Harus Tutup Selama Ramadhan

Kamis, 19 Juni 2014 6548

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3909

Rano tinjau Jalan Rusak Thamrin jati

Rano Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Terus Dilakukan

Selasa, 03 Februari 2026 462

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 738

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 648

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1136

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks