2 Patung Cagar Budaya di Ibu Kota Dibersihkan

Selasa, 12 Agustus 2014 Reporter: Folmer Editor: Lopi Kasim 6946

perawatan patung dirgantara

(Foto: Agustinus Yossy)

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta kembali akan melakukan korservasi atau pembersihan dua bangunan cagar budaya di ibu kota. Kedua cagar budaya yang akan dibersihkan yakni Patung Dirgantara atau yang lebih dikenal dengan sebutan Patung Pancoran dan Patung Diponegoro di Menteng, Jakarta Pusat.

Sebelum konservasi, kami telah mengobservasi kedua patung tersebut pada Juni lalu

Pengerjaan konservasi Patung Dirgantara telah dimulai sejak Senin (11/8) kemarin hingga 19 September mendatang. Sementara untuk konservasi Patung Diponegoro, akan dilaksanakan pada 17 September hingga 2 Oktober mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Balai Konservasi Disparbud DKI Jakarta, Eni Prihantini mengatakan, total jumlah patung yang menjadi bangunan cagar budaya di Jakarta tercatat sebanyak 22 patung.

Pembersihan atau konservasi patung telah dimulai sejak tahun lalu. Ada sebanyak lima patung yang telah dibersihkan pada tahun 2013. Lalu pada tahun ini, pihaknya akan membersihkan dua patung.

“Tugas kami yakni mengkonsevasi Patung Dirgantara dan Patung Diponegoro yang merupakan cagar budaya. Sebanyak 5 patung yang merupakan cagar budaya juga telah dibersihkan pada 2013," ujar Eni di Balaikota, Selasa (12/8).

Patung Dirgantara, kata Eni, sejak dibangun pada 1964 silam belum pernah dibersihkan. "Kondisinya saat ini sudah kronis sehingga mempengaruhi daya tahan patung tersebut," jelasnya.

Sedangkan untuk Patung Diponegoro yang dibangun pada tahun 1965, pernah dikonservasi pada tahun 2007 lalu. “Sebelum konservasi, kami telah mengobservasi kedua patung tersebut pada Juni lalu. Hasilnya, kami mendiagnosa kondisi kedua patung itu sudah kronis sehingga perlu dibersihkan secepatnya," tuturnya.

Menurutnya, kondisi kedua patung saat ini terlihat kusam dan kotor. Sebagian permukaan patung mengalami keausan, teroksidasi, terkorosi sebagai akibat adanya penggaraman. Terutama yang disebabkan garam khlorida.

Kondisi tersebut disebabkan keberadaannya yang terletak di ruang publik terbuka secara langsung sehingga terpengaruh berbagai faktor lingkungan yang fluktuatif dan terpolusi zat-zat polutan yang bersifat korosif.

“Dudukan Patung Dirgantara yang terbuat dari cor beton bertulang juga banyak mengalami pertumbuhan ganggang berwarna kehitam-hitaman dari family Cyanophyeceae (blue green algae),” ungkapnya.

Melihat kondisi itu, tambah Eni, pihaknya wajib melakukan perawatan secara periodik untuk menjaga kelestarian kedua patung tersebut.

BERITA TERKAIT
Buka Puasa Bersama LKB

Sanggar Betawi Butuh Bantuan Pemprov DKI

Senin, 21 Juli 2014 6904

jakarnaval dok beritajakarta

1.200 Peserta & 30 Mobil Hias Ramaikan Jakarnaval

Jumat, 20 Juni 2014 5842

arie budiman istimewa

Mau Lihat Patung Bergerak, Silakan ke Monas

Kamis, 19 Juni 2014 4461

Buka Puasa Bersama LKB

Sanggar Betawi Butuh Bantuan Pemprov DKI

Senin, 21 Juli 2014 6904

446 Tempat Hiburan Wajib Tutup Selama Ramadhan

446 Tempat Hiburan di DKI Harus Tutup Selama Ramadhan

Kamis, 19 Juni 2014 6895

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7122

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4813

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1944

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2488

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1044

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks