Dewan Tinjau Pembangunan Rusun Rawa Bebek

Rabu, 11 Januari 2017 Reporter: Jhon Syah Putra Kaban Editor: Toni Riyanto 3766

 DPRD Minta Rusunawa Dibangun 16 Lantai

(Foto: Jhon Syah Putra Kaban)

Komisi D, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan Rumah Susun (Rusun) Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur. Dewan menilai Rusun Rawa Bebek semestinya bisa dibangun 16 lantai.

Sayang sekali padahal lokasi dan aksesnya bagus. Kita minta kalau dibangun tingginya sampai 16 lantai

Saat mengecek rusun yang pembangunannya sempat tertunda, Rabu (11/1), anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Pandapotan Sinaga mengatakan, rusun yang hanya dibangun setinggi 6 lantai dinilai kurang efektif.

"Sayang sekali padahal lokasi dan aksesnya bagus. Kita minta kalau dibangun tingginya sampai 16 lantai," ujarnya.

Ditambahkan Pandapotan, DKI masih kesulitan mencari lahan untuk membangun rusunawa. Seharusnya, lahan yang ada dulu bisa dimaksimalkan pembangunannya.

BERITA TERKAIT
Pembangunan Lima Rusun Dilanjutkan Tahun Depan

Pembangunan Lima Rusun Dilanjutkan Tahun Depan

Sabtu, 03 Desember 2016 5812

Kontraktor Rusun Rawa Bebek Diminta Perhatikan K3

Kontraktor Rusun Rawa Bebek Diminta Perhatikan K3

Sabtu, 05 November 2016 6866

Kelanjutan Dua Rusun di DKI Tunggu Keputusan KemenPU-PR

Pembangunan Dua Rusun Tunggu Kementerian PUPR

Senin, 07 November 2016 3102

BERITA POPULER
IMG 20260319 191414

PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar

Kamis, 19 Maret 2026 2301

IMG 20260319 WA0000

Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan

Kamis, 19 Maret 2026 2236

Mudik gratis pemprov rezap

Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan

Selasa, 17 Maret 2026 1690

Car free night sarinah otoy

Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran

Kamis, 19 Maret 2026 955

Pemprov dki kemenag jalan istiqlal folmer

DKI dan Kemenag RI Sepakati Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Daerah

Senin, 16 Maret 2026 1342

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks