Penjualan Solar Bersubsidi Distop, SPBU di Jakpus Sepi

Jumat, 01 Agustus 2014 Reporter: Andry Editor: Lopi Kasim 4433

SPBU sepi

(Foto: Andry)

Pasca penghentian penyediaan dan pendistribusian bahan bakar minyak jenis solar bersubsidi di wilayah Jakarta Pusat yang ditetapkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), per 1 Agustus, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Jakarta Pusat mulai menutup penjualan solar bersubsidi bagi kendaraan pribadi maupun umum pada hari ini. Alhasil, sejumlah SPBU yang biasanya menjual solar bersubsidi sepi dari pembeli solar yang menjadi pelanggan SPBU tersebut.

Dampaknya saat ini belum kelihatan karena masih suasana Lebaran. Jadi, belum ada yang beli solar hari ini, masih sepi



Walaupun demikian, kebijakan penghentian layanan solar bersubsidi di wilayah Jakarta Pusat yang mulai diberlakukan hari ini belum berdampak signifikan pada pemilik kendaraan.

"Dampaknya saat ini belum kelihatan karena masih suasana Lebaran. Jadi, belum ada yang beli solar hari ini, masih sepi," kata Ketua Regu (Leader) SPBU Coco 31.103.03 Cikini, Rahmat Novizar, Jumat (1/8).

Pelanggan bahan bakar jenis solar di SPBU Cikini, kata Rahmat, di hari-hari biasanya dapat menghabiskan 6 kiloliter (KL) per hari.

Pengguna bahan bakar tersebut umumnya kendaraan bus kota seperti Kopaja dan Metromini. "Pelanggan solar bersubsidi biasanya angkutan Kopaja dan Metromini sama mobil-mobil pribadi bermesin diesel," terangnya.

Saat ini, lanjut Rahmat, peminat solar bersubsidi di SPBU Coco 31.103.03 Cikini relatif sedikit. Pengendara yang ingin menggunakan bahan bakar tersebut dianjurkan beralih menggunakan Solar Pertamina Dex dengan harga Rp13.150 per liter. "Pasokan Solar Pertamina Dex biasanya 16000 KL per bulan. Kalau solar subsidi 31000 KL per tiga minggu," katanya.

Pengendara mobil pribadi maupun umum yang enggan menggunakan solar Pertamina Dex dan solar non subsidi akan dialihkan ke SPBU di luar wilayah Jakarta Pusat.

"Sejak jam 12 siang kita sudah tidak melayani solar bersubisidi. Biasanya kita anjurkan ke Dex, tapi kalau nggak mau kita alihkan ke SPBU di Jakarta Timur," ucapnya.

Penutupan penjualan solar bersubsidi juga terjadi di SPBU Coco 31.102.02 Jalan Abdul Muis, Gambir.

"Pengendara sudah kita beritahu mulai 1 Agustus, tidak ada lagi solar bersubsidi di sini," kata Agus, petugas SPBU Abdul Muis, saat ditemui di lokasi.

BERITA TERKAIT
nelayan_cilincing.jpg

Subsidi Dicabut, Nelayan Sulit Melaut

Rabu, 05 Februari 2014 3944

2 Jembatan Di Jalan Danau Sunter Rusak

2 Jembatan di Jalan Danau Sunter Amblas

Jumat, 02 Mei 2014 6115

Pedagang Musiman Bermunculan di Cikini Menjelang Bulan Puasa

Pedagang Parsel Sesaki Trotoar di Cikini

Sabtu, 28 Juni 2014 5104

Penertiban alat peraga kampanye

Pasca Lebaran, Senen Bersih dari PKL

Jumat, 01 Agustus 2014 4426

BERITA POPULER
Pramono Sebut RW Kumuh di Jakarta Menurun Drastis, Jadi 211 RW

Pramono Sebut RW Kumuh di Jakarta Menurun Drastis

Rabu, 06 Mei 2026 1102

Program magang disnakertrans gery ist3

1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan

Senin, 04 Mei 2026 972

Gubernur pramono danatara psel rezap

Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL

Senin, 04 Mei 2026 907

Pajak Kendaraan listrik jati

Pemberian Insentif Kendaraan Listrik Dukung Kampanye Energi Bersih

Selasa, 05 Mei 2026 700

Dinkes mayday monas desi

Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026

Jumat, 01 Mei 2026 1251

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks