Jokowi Diancam Bom, Pengamanan Balaikota Diperketat

Selasa, 22 Juli 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Widodo Bogiarto 3645

Lagi, Ahok Sidak di Balaikota

(Foto: doc)

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengakui, bahwa ada ancaman bom di Balaikota pada Sabtu (19/7) malam lalu. Surat ancaman pertama diterima oleh Polda Metro Jaya yang kemudian diteruskan ke Pemprov DKI Jakarta. Namun setelah disisir oleh Tim Gegana Polda Metro Jaya hasilnya nihil.

Kan Pak Jokowi besok mau pulang balik ke sini. Ya kita harus amanin lah, harus dibikin steril dulu

Basuki mengatakan, ancaman bom tersebut ditujukan untuk Gubernur DKI Jakarta non aktif, Joko Widodo. Meski tidak secara langsung ditujukan ke Jokowi, namun ada kata-kata yang mengarah kepada pria asal Solo tersebut.

"Sabtu kan ada yang ngancam pengeboman, jadi langsung disisir kemarin. Saya tidak tahu ada fax dari siapa. Yang terima Biro Umum, itu ngancam Pak Jokowi," kata Basuki di Balaikota, Selasa (22/7).

Menurut Basuki, setelah adanya ancaman tersebut, Tim Gegana Polda Metro langsung menyisir seluruh kawasan Balaikota, hingga lantai 20. Namun hasilnya nihil. Untuk tindakan selanjutnya, Basuki menyerahkan kepada pihak kepolisian. "Urusan polisi lah itu, ada fax nya kok," ucapnya.

Basuki sudah meminta kepada Biro Umum untuk meningkatkan pengamanan di Balaikota stelah adanya teror tersebut. Terlebih dalam waktu dekat ini, Jokowi akan kembali berkantor di Balaikota. "Kan Pak Jokowi besok mau pulang balik ke sini. Ya kita harus amanin lah, harus dibikin steril dulu," tegasnya.

Selain itu, petugas yang berjaga diminta untuk mengawasi setiap tamu yang datang. Jika gerak-geriknya mencurigakan maka langsung diantisipasi. Bahkan metal detector diaktifkan kembali.

"Saya minta satpam awasi orang-orang yang tidak dikenal, diperhatiin jangan orang nyolong tas saja tidak tahu. Apa sih susahnya pelototoin CCTV lihat orang lalu lalang," katanya.

Kendati demikian, Basuki menampik jika peningkatan keamanan ini hanya untuk keselamatan Jokowi semata. Karena di Balaikota juga banyak pegawai yang berkantor termasuk dirinya. "Ini secara keseluruhan, kalau pegawai ada apa-apa bagaimana, kalau ada yang ngebom gimana kan punya keluarga," ucapnya.

Kepala Biro Umum DKI Jakarta, Agustino Darmawan mengatakan, ancaman bom pertama diterima oleh Polda Metro Jaya. Kemudian demi keamanan, hal tersebut diteruskan kepad Pemprov DKI. "Ancaman diterima pukul 21.00," ucapnya.

BERITA TERKAIT
ilustrasi bom

Isu Bom di Balaikota Ternyata Hoax

Minggu, 20 Juli 2014 3479

Kapolda : Pengumuman Pilpres Kondusif

Jelang Penetapan Pemenang Pilpres, Jakarta Kondusif

Selasa, 22 Juli 2014 3291

Pilpres, 100 Polisi Jaga Waduk Pluit

Pilpres, 100 Polisi Jaga Waduk Pluit

Senin, 07 Juli 2014 4127

Pemeriksaan berlapis akan dilakukan bagi orang yang ingin menuju Jl Imam Bonjol.

Pengumuman Pilpres, Jalan Imam Bonjol Ditutup

Selasa, 22 Juli 2014 3765

Pasalnya kinerja mereka dinilai tidak maksimal dalam mengamankan Balaikota.

23 Juli, Jokowi Kembali Berkantor di Balaikota

Senin, 21 Juli 2014 4087

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2861

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1256

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1050

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 1190

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 583

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks