Cegah Kebakaran, Warga Dilatih Padamkan Api

Jumat, 04 Juli 2014 Reporter: Suriaman Panjaitan Editor: Dunih 3016

warga harus mendapat pemahaman agar dapat mencegah kebakaran atau pun memberi pertolongan pertama ba

(Foto: doc)

Musibah kebakaran masih menjadi momok yang menakutkan bagi warga Jakarta. Namun, pasrah dengan musibah tidak menyelesaikan masalah. Lewat pelatihan memadamkan api bagi warga Jakarta Pusat, Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Sudin Damkar dan PB) Jakarta Pusat berharap angka kebakaran di wilayah tersebut terus menurun, karena partisipasi warga memadamkan api bisa diandalkan tanpa perlu menunggu petugas datang.

Dengan pelatihan yang kita berikan, semoga jumlah kebakaran pada tahun ini tidak sebesar tahun lalu

Kepala Seksi Operasional (Kasiop) Sudin Damkar dan PB Jakarta Pusat, Sudarno mengatakan, kegiatan yang digagas pihaknya itu merupakan langkah nyata untuk menurunkan angka kasus kebakaran. Menurutnya, dengan kondisi demografi Jakarta Pusat yang padat penduduk serta lokasi lingkungan yang sempit, warga harus mendapat pemahaman agar dapat mencegah kebakaran atau pun memberi pertolongan pertama bagi korban kebakaran.

"Di sini banyak lokasi yang sempit dan sulit dijangkau mobil dan petugas, makanya kita berikan pemahaman mengenai penyebab kebakaran dan menyiapkan warga memberikan pertolongan pertama bila terjadi kebakaran sebelum petugas datang," ujarnya, Jumat (4/7).

Pelatihan singkat yang diberikan oleh pihak Sudin Damkar dan PB Jakarta Pusat itu melibatkan 5 petugas dari Sudin Damkar dan diikuti sekitar 50 warga dari setiap kecamatan yang dipilih secara acak. "Ada 5 petugas kita yang membimbing warga yang dipilih secara acak mewakili satu kecamatan, dan kegiatan itu paling sering diadakan di sekretariat sudin," ucap Sudarno.

Menurutnya, penyebab kebakaran di wilayah Jakarta Pusat lebih didominasi oleh hubungan arus pendek listrik (korsleting). Sejak Januari hingga Juni 2014 ini pihaknya mencatat, ada 44 kasus kebakaran di Jakarta Pusat, 64 kepala keluarga (KK) dengan 372 jiwa harus kehilangan tempat tinggal. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding periode 2013 dengan 65 kasus kebakaran dan 724 Kepala keluarga dengan 1.881 jiwa menjadi korban.

"Dengan pelatihan yang kita berikan, semoga jumlah kebakaran pada tahun ini tidak sebesar tahun lalu," harapnya.

BERITA TERKAIT
Walau tak ada korban jiwa, peristiwa terbakarnya Kios Sepatu ini diperkirakan mencapai 20-30 juta Ru

Kebakaran Pasar Rumput Diduga Karena Korsleting

Senin, 28 April 2014 3807

 Mobil pemadam bernomor polisi B 9158 PHA dan B 9380 LQ mengalami kecelakaan beruntun sehingga menye

2 Mobil Damkar Tabrakan, 3 Petugas Terluka

Sabtu, 28 Juni 2014 8165

personel damkar jakarta

Sudin Damkar Jakpus Kewalahan Tangani Kebakaran

Kamis, 03 Juli 2014 6076

korban kebakaran muara baru

Ribuan Korban Kebakaran Sahur di Tenda Pengungsian

Minggu, 29 Juni 2014 3687

Plt Gubernur, Basuki Tjahaja Purnama

Korsleting Listrik Pemicu Utama Kebakaran di DKI

Senin, 30 Juni 2014 2902

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3870

Rano tinjau Jalan Rusak Thamrin jati

Rano Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Terus Dilakukan

Selasa, 03 Februari 2026 444

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 738

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 648

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1135

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks