12 Anak Punk Terjaring Razia

Rabu, 25 Juni 2014 Reporter: Nurito Editor: Agustian Anas 11076

Anak Punk terjaring razia

(Foto: Nurito)

Sebanyak 12 anak punk yang selama ini cukup meresahkan masyarakat berhasil dijaring petugas gabungan, saat menggelar razia di Jakarta Timur, Rabu (25/6).

Ini razia yang ketiga kalinya. Sebelumnya ada tiga anak punk, yang tertangkap dan dites darahnya ternyata terkena HIV. Bahkan satu di antaranya sudah meninggal dunia

Belasan anak punk yang biasa mengamen di angkutan umum ini terjaring di tiga lokasi, yakni di kawasan Pusat Grosir Cililitan (PGC), perempatan Hek, dan kawasan Garuda. Anak punk yang terjaring tersebut langsung dites urine untuk mengetahui apakah mereka pengguna narkotika dan obat-obatan terlarang. Tak hanya itu, sampel darah mereka juga diperiksa untuk mengetahui apakah mereka terinfeksi HIV/AIDS.  

Anggota Intel Polsek Kramatjati dan Satpol PP berpakaian preman dan menggunakan kendaraan pribadi sehingga tak diketahui anak punk yang sedang mengamen. Petugas juga menyisir Jl Raya Bogor, Jl Raya Dewi Sartika, Jl Raya Letjen Sutoyo, dan Jl Raya Pondok Gede.

Camat Kramatjati, Dian Purfanto, mengatakan, razia anak punk ini merupakan yang ketiga kalinya sejak bulan Mei lalu. Razia dilakukan karena banyak keluhan masyarakat, terutama pengguna angkutan kota. Sebab mereka kerap meminta uang dengan paksa saat mengamen. Karena itu, razia gabungan dilakukan agar masyarakat merasa nyaman dan aman saat bulan Ramadhan nanti.

"Ini razia yang ketiga kalinya. Sebelumnya ada tiga anak punk, yang tertangkap dan dites darahnya ternyata positif mengidap HIV. Bahkan satu di antaranya sudah meninggal dunia," ujar Dian.

Seluruh anak punk yang terjaring didata dan handphone mereka disita, agar tak bisa berkomunikasi dengan rekan-rekannya. Mereka nantinya dikirim ke panti sosial di Ceger, Cipayung, Jakarta Timur.

Uha (28), salah satu anak punk mengaku baru mengamen lantaran terpaksa. Sebelumnya, ia bekerja di percetakan dan sablon.

"Sebelumnya kerja di percetakan dan sablon tapi sudah keluar. Daripada nganggur ya mending ngamen, kan yang penting tidak mencuri," ujar Uha.

Konselor HIV Puskesmas Kecamatan Kramatjati, Posma Ida Manalu, mengatakan, pemeriksaan darah dilakukan untuk mengetajui apakah anak-anak punk yang terjaring itu terkena HIV. Terlebih, sebelumnya ada 3 anak punk yang positif mengidap HIV. Masing-masing berinisial Y (29), jenis kelamin perempuan dan sudah meninggal dunia. Kemudian dua lelaki yakni D (30) dan A (31). Mereka terjangkit HIV melalui jarum suntik.

"Saat ini D dan A masih berkeliaran di jalan. Aktivitasnya ya mengamen di sekitar PGC sampai Hek. Karena HIV penyakit menular, tidak menutup kemungkinan D dan A ini menularkan pada anak-anak punk lainnya. Makanya hari ini kita tes darah lagi pada mereka," ungkapnya.

Tes darah ini juga untuk mengetahui apakah mereka terkena penyakit kelamin seperti sipilis. Sebab di antara mereka diduga melakukan hubungan seks bebas.

BERITA TERKAIT
satpol pp tindak pemuda

Pengunjung dan Pekerja PGC Terjaring Razia Rokok

Selasa, 24 Juni 2014 5592

PMKS yang Terjaring Razia Berlebaran di Panti Sosial

PMKS yang Terjaring Razia Berlebaran di Panti Sosial

Rabu, 18 Juni 2014 5876

pmks jakarta yos sudarso dokbj

Halau PMKS, 20 Petugas Siaga di Perempatan

Sabtu, 21 Juni 2014 3365

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7108

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4798

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1867

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2467

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1008

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks