Daging Ayam dan Ikan di Jaksel Bebas Formalin

Rabu, 25 Juni 2014 Reporter: Rio Sandiputra Editor: Agustian Anas 11471

ujar Nurhasan Masud, Kepala Seksi Pengawasan dan Penertiban Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jaka

(Foto: doc)

Warga Jakarta Selatan tidak perlu khawatir mengonsumsi daging ayam yang dijual di pasar tradisional di wilayah tersebut. Sebab, Suku Dinas Pertenakan dan Perikanan setempat menjamin daging ayam yang beredar di sejumlah pasar di wilayah itu bebas dari bahan berbahaya seperti formalin.

Ada 6 pasar yang sudah kita razia, yakni Kebayoran Lama, Santa, Mayestik, Blok A, Pondok Labu, dan Cipete. Semua sampel daging ayam dan ikan yang kita periksa tidak ada yang mengandung formalin

Dari razia yang dilakukan di enam pasar tradisional di wilayah itu menjelang bulan Ramadhan, tidak ditemukan adanya daging ayam dan ikan yang mengandung formalin. "Ada 6 pasar yang sudah kita razia, yakni Kebayoran Lama, Santa, Mayestik, Blok A, Pondok Labu, dan Cipete. Semua sampel daging ayam dan ikan yang kita periksa tidak ada yang mengandung formalin," ujar Nurhasan Masud, Kepala Seksi Pengawasan dan Penertiban Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Selatan, Rabu (25/6).

Menurut Nurhasan, pihaknya telah memberikan sosialisasi terhadap bahaya penggunaan formalin pada daging ayam dan ikan kepada pedagang. Sehingga saat ini, sebagian besar pedagang sudah sangat mengerti. "Sebagian pedagang sudah mengerti dan berjanji tidak akan menjual daging dan ikan berformalin," katanya.

Namun begitu, kata Nurhasan, masyarakat diminta tetap waspada saat membeli daging ayam dan ikan di pasar. Warga, lanjut Nurhasan, juga harus mengetahui ciri-ciri  daging dan ikan yang tidak mengandung formalin. Dia menjelaskan, untuk ikan segar pilih yang bola matanya cembung dan cemerlang, lalu saat insang dibuka itu berwarna merah tua. "Untuk udang, pilih bentuk tubuh yang masih utuh, bau segar, warnanya bercahaya. Sementara cumi kemerah-merahan di sekitar mata, dan teksturnya kenyal," jelasnya.

Untuk daging ayam, lanjut Nurhasan, harus terlihat bersih dan lapisan luar kering. "Warna daging dan lemak kekuning-kuningan, serta lemak di bawah kulit itu rata semua tidak menggumpal. Dari bau segar, tidak amis, dan tidak asam. Tekstur kenyal, dan jika ditekan dengan jari akan kembali seperti semula," ungkapnya.

Dengan mengenali daging ayam dan ikan yang segar serta tidak berformali tersebut, Nurhasan berharap konsumen akan mendapatkan makanan sehat. Bukan hanya itu, secara otomatis pedagang nakal juga akan berkurang. "Kalau masyarakat tahu tidak segar dan berformalin, tentu tidak akan jadi beli. Otomatis mereka akan bangkrut," tandasnya.

BERITA TERKAIT
6.319 Ekor Unggas Warga Diamankan

6.319 Ekor Unggas Warga di Jaksel Diamankan

Sabtu, 31 Mei 2014 6163

Harga Sembako Naik

Jelang Puasa, Harga Pangan Masih Stabil

Jumat, 20 Juni 2014 4272

stok daging jakarta

Stok Daging di DKI Masih Aman

Jumat, 20 Juni 2014 5199

daging ayam mahal jelang puasa

Jelang Puasa, Harga Ayam Potong Meningkat

Selasa, 17 Juni 2014 5138

BERITA POPULER
IMG 20260319 191414

PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar

Kamis, 19 Maret 2026 2309

IMG 20260319 WA0000

Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan

Kamis, 19 Maret 2026 2257

Mudik gratis pemprov rezap

Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan

Selasa, 17 Maret 2026 1692

Car free night sarinah otoy

Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran

Kamis, 19 Maret 2026 959

Pemprov dki kemenag jalan istiqlal folmer

DKI dan Kemenag RI Sepakati Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Daerah

Senin, 16 Maret 2026 1345

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks