Basuki Janji Perbaiki Laporan Keuangan

Senin, 23 Juni 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Agustian Anas 3756

Plt Gubernur, Basuki Tjahaja Purnama

(Foto: doc)

Penilian laporan keuangan Pemprov DKI Jakarta tahun 2013 turun satu tingkat dari semula mendapatkan peringkat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Melihat penurunan ini, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama pun menjadi terpacu untuk memperbaiki laporan keuangan tahun ini.

BPK tidak ada masalah. Kita akan lakukan perbaikan. Ini bagus. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan mereka itu juga dulu dilakukan


"BPK tidak ada masalah. Kita akan lakukan perbaikan. Ini bagus. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan mereka itu juga dulu dilakukan," kata Basuki, di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (23/6).

Salah satu cara untuk memperbaiki laporan keuangan Pemprov DKI Jakarta, yakni dengan menerapkan cash management system. Dengan demikian, BPK bisa secara langsung mengetahui transaksi yang dilakukan. "Kita juga sudah menghubungkan dengan cash management system di Bank DKI. Jadi BPK bisa secara langsung pada waktu yang sama bisa mengetahui transaksi uang. Jadi ini bagus," ucapnya.

Pria yang akrab disapa Ahok ini pun memuji kinerja Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam memeriksa laporan keuangan. Bahkan dirinya meminta agar BPK melakukan pemeriksaan lebih teliti lagi. Sebab disinyalir laporan keuangan Pemprov DKI Jakarta masih banyak yang belum baik. "Nah, sekarang BPK kerja dengan lebih baik. Anda (BPK) harus lebih kejam lagi, lebih keras lagi. Supaya ketahuan semua boroknya di DKI," ujarnya.

Basuki pun mewanti-wanti para pegawai negeri sipil (PNS) DKI Jakarta yang masih bermain curang. Bahkan jika diketahui masih ada kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menyalahgunakan anggaran, akan diberikan sanksi tegas. Salah satu sanksi yang akan diberikan yakni tidak akan diberikan jabatan kembali. "Saya akan stafkan mereka kalau terus main dan tidak mau berubah," tegasnya.

Seperti diketahui, dalam laporan keuangan DKI Jakarta tahun 2013, ditemukan terdapat 86 temuan dengan total kerugian mencapai Rp 1,54 triliun. Temuan tersebut terdiri atas temuan berindikasi kerugian daerah senilai Rp 85,36 miliar, temuan potensi kerugian daerah senilai Rp 1,33 triliun, kekurangan penerimaan daerah senilai Rp 95,01 miliar dan temuan 3E (tidak efisien, tidak ekonomis, tidak efektif) senilai Rp 23,13 miliar.

Karena banyaknya temuan penyimpangan tersebut, BPK memberikan penilaian atas laporan keuangan Pemprov DKI 2013 dengan pendapat WDP. Penilaian tersebut turun dibandingkan penilaian dua tahun terakhir yang mendapatkan penilaian WTP - Dengan Paragraf Penjelasan.

BERITA TERKAIT
Ulang Tahun ke-487, Jakarta Terima Kado Pahit

Ulang Tahun ke-487, Jakarta Terima Kado Pahit

Minggu, 22 Juni 2014 6853

Ilustrasi Laporan Keuangan DKI

BPK Temukan Indikasi Kerugian DKI Rp 1,54 Triliun

Jumat, 20 Juni 2014 7039

Hasil Audit BPK, Kado Buat Warga Jakarta

Ahok Tidak Kaget dengan Hasil Pemeriksaan BPK

Jumat, 20 Juni 2014 12950

DKI Kunci Anggaran Ganda di Dinas Teknis

DKI Kunci Anggaran Ganda di Dinas Teknis

Jumat, 06 Juni 2014 6599

ahok_plenary_wahyu.jpg

Pengembang Harus Selesaikan Reklamasi Teluk Jakarta

Kamis, 12 Juni 2014 8068

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3887

Rano tinjau Jalan Rusak Thamrin jati

Rano Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Terus Dilakukan

Selasa, 03 Februari 2026 453

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 738

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 648

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1136

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks