BBPOM Temukan Zat Berbahaya di Makanan Acara Hajatan

Sabtu, 30 April 2016 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Rio Sandiputra 17056

Petugas Temukan Zat Berbahaya Pada Makanan di Sejumlah Acara Hajatan

(Foto: Aldi Geri Lumban Tobing)

Petugas gabungan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) dan Dinas Kesehatan DKI menemukan kandungan berbahaya pada menu makanan di empat acara resepsi pernikahan atau hajatan di Jakarta Selatan, Sabtu (30/4).

Tahu itu buat gado-gado tadinya, setelah tahu mengandung zat berbahaya, tidak digunakan lagi

Di RT 011/02 Jalan Komando III, Kelurahan Karet, Setiabudi, dari sembilan sampel makanan yang diuji lab, petugas menemukan tahu untuk menu gado-gado mengandung formalin. Beruntung, tahu tersebut belum disajikan kepada para tamu.

"Tahu itu buat gado-gado tadinya, setelah tahu mengandung zat berbahaya, tidak digunakan lagi. Tadinya kita mau cari tahu pengganti, tapi sudah siang, akhirnya gado-gado yang disajikan untuk para undangan tanpa tahu," ujar Dewi Prawitasari, Kepala BBPOM DKI Jakarta.

Orang tua mempelai pria, Marmah (53) mengatakan, dirinya membeli tahu tersebut di sebuah toko sayur yang berada di Pasar Jatinegara, Jumat (29/4) kemarin.

Namun, ketika hasil uji lab menyatakan bahwa tahu tersebut positif formalin, dia menginstruksikan juru masak di acara hajatan itu agar tidak mencampurkan tahu tersebut untuk menu gado-gado.

"Langsung saya setop, karena instruksinya dari petugas nggak boleh dipakai, emang itu campuran gado-gado," kata Marmah.

Dikatakan Marmah, dirinya tidak keberatan makanan yang disajikan untuk para tamu diuji lab. Justru dengan adanya pemeriksaan makanan berbahaya itu, anggota keluarganya dan para tamu merasa diperhatikan.

"Menurut saya nggak masalah, nggak kaget, itu malah lebih bagus, jadi makanan saya terjamin, saya merasa diperhatikan. Saya senang. Apalagi ini yang makan jadi terjamin kesehatannya," ungkap Marmah.

Di tempat lain seperti di Kecamatan Cilandak, dari sembilan sampel yang diuji lab, mie kuning pada soto mie diketahui mengandung formalin.

Sementara di Kebayoran Lama, tiga dari 10 sampel makanan yang diambil diketahui menggunakan bahan berbahaya. Bakso dan sosis diketahui mengandung formalin, sedangkan mie kuning mengandung boraks.

Hasil uji lab di Tebet, tidak satu pun menu makanan mengandung zat berbahaya.

Pihak BBPOM DKI akan dalami dari mana mereka mendapat bahan makanan tersebut.

BERITA TERKAIT
RPTRA Bisa Digunakan untuk Tempat Hajatan

RPTRA Bisa Digunakan untuk Tempat Hajatan

Kamis, 03 Desember 2015 8668

Industri Pangan Rumahan Di Pulau Seribu Tidak Berijin

14 Persen Makanan di Pulau Seribu Berbahaya

Selasa, 19 April 2016 9884

Makanan di Resepsi Pernikahan Harus Diawasi

Makanan di Resepsi Pernikahan Harus Diawasi

Senin, 18 April 2016 4180

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7149

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4837

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2415

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2542

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1212

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks