Ratusan Ikan Mati di Pantai Marunda

Kamis, 27 Maret 2014 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Agustian Anas 7115

ikan_mati_marunda_jakut.jpg

(Foto: doc)

Nelayan di Pantai Marunda mengeluhkan banyaknya ikan yang mati di perairan sekitar Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Nelayan menduga kematian ikan tersebut disebabkan oleh limbah yang meracuni perairan.

Ratusan ikan yang mengapung dan terseret ke tepi pantai itu mulai terlihat sejak Senin (24/3) lalu. Selain di bibir pantai, sejumlah nelayan juga mengaku melihat banyak ikan yang mati di laut wilayah Marunda.

Ketua Kelompok Nelayan Pesisir Pantai Marunda Al-Alam Aslik (62), menduga kematian ikan tersebut disebabkan pencemaran limbah industri perusahaan-perusahaan besar di sekitar lokasi serta limbah rumah tangga yang terbawa melalui sejumlah kali dan kanal yang bermuara ke laut Marunda.

“Kita juga tidak tahu ini limbah dari mana? Tapi di sekitar sini ada kawasan industri seperti KBN, Marunda Centre dan lainnya,” katanya, Kamis (27/3).

Pihaknya, kata Aslik, sudah sejak lama menyampaikan keluhan nelayan terkait kematian ikan secara mendadak di perairan di utara Jakarta. Bahkan dia juga sudah mengirimkan sampel air laut sesuai permintaan Perikanan Peternakan dan Kelautan (P2K) Jakarta Utara. Namun sampai saat ini belum ada respon.

Kepala Sudin (sudin) Perikanan Peternakan dan Kelautan (P2K) Jakarta Utara Liliek Litasari mengaku belum mendapat informasi mengenai temuan nelayan di Pantai Marunda. Namun, dia mengaku, tidak aneh dengan dugaan pencemaran di Pantai Marunda.

"Posisinya itu (Pantai Marunda) kan muara kali. Air sejumlah kali pun masuk ke sana, selain itu perusahaan besar juga banyak di sekitar sana. Jadi kalau ada limbah memang mungkin saja, kita akan cek ke lapangan," tegasnya.

Wali Kota Jakarta Utara Heru Budi Hartono mengatakan pencemaran yang terjadi di daerah pesisir seperti di Marunda kemungkinan karena faktor kompherensif limbah yang berasal dari Kali ataupun arus balik dari laut. Selain itu, kata Heru, ia juga akan menindaklanjuti adanya indikasi dan dugaan pabrik di kawasan sekitar yang membuang limbah di perairan tersebut.

“Dugaan itu pasti ada, memang kita harus meningkatkan pengawasan. Setelah ini saya akan koordinasikan dengan Sudin Perindustrian dan Sudin Perikanan Peternakan dan Kelautan untuk mengecek langsung,” ungkapnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9241

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3209

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3630

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1926

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1491

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks