Selama Ramadhan, Jakpus Gelar Razia Daging

Selasa, 10 Juni 2014 Reporter: Andry Editor: Agustian Anas 5394

Memasuki Ramadhan, Sudin Peternakan Jakpus Sidak Daging di Pasar

(Foto: doc)

Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan daging di bulan Ramadhan biasanya dimanfaatkan oknum pedagang nakal untuk mencari keuntungan berlipat dengan menjual daging celeng, sapi gelonggongan, dan daging ayam berformalin.

Kita akan lakukan razia di pasar tradisional dan modern untuk mengantisipasi peredaran daging celeng, gelonggongan, dan berformalin selama bulan puasa

Untuk mengantisipasi peredaran daging ilegal tersebut, Suku Dinas Peternakan dan Pertanian Jakarta Pusat akan menggelar razia di pasar-pasar tradisional dan modern yang tersebar di delapan kecamatan selama bulan puasa nanti.

"Kita akan lakukan razia di pasar tradisional dan modern untuk mengantisipasi peredaran daging celeng, gelonggongan, dan berformalin selama bulan puasa," ujar Ishom Setyawan, Kasudin Peternakan dan Pertanian Jakarta Pusat, Selasa (10/6).

Razia daging di pasar-pasar selama Ramadhan ini merupakan kegiatan rutin yang selalu digelar setiap tahun. Kegiatan tersebut biasanya dimulai usai makan sahur bersama dengan petugas Satpol PP dan Polda Metro Jaya.

"Kita juga gandeng Laboratorium Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Provinsi DKI di Ragunan," katanya.

Ishom menjelaskan, nantinya petugas akan mengambil sampel daging yang dijual pedagang di pasar. Sehingga bisa diketahui daging mana yang terindikasi berformalin, celeng, dan gelonggongan.

"Mobil lab itu jalan ikut kita sidak, daging hewan diambil sampel lalu dicek ke mobil lab. Jadi bisa ketahuan mana daging berformalin, celeng, dan sebagainya," ujarnya.

Selain daging berformalin, lanjut Ishom, pihaknya juga menyasar daging impor yang dijual pedagang di pasar. Sebab, berdasarkan aturan, daging impor tidak bisa diperjualbelikan di pasaran. "Daging impor hanya diperuntukan bagi hotel, restoran, dan katering (Horeka)," terangnya.

Ia menegaskan, para pedagang yang kedapatan menjual daging berformalin, celeng, gelonggongan, dan impor akan diberikan peringatan. Daging-daging berbahaya tersebut nantinya akan disita dan dikumpulkan lalu dimusnahkan secara massal.

"Daging kita sita dan musnahkan. Penjualnya kita panggil lalu kasih pengarahan agar jangan sampai menjual daging seperti itu lagi. Mereka juga kita suruh buat berita acara," tegasnya.

Ishom menambahkan, pada razia tahun lalu, pihaknya berhasil mengumpulkan 400 kilogram lebih daging berbahaya. Daging itu selanjutnya dimusnahkan di Rumah Potong Hewan (RPH) Petukangan, Jakarta Selatan.

"Pemusnahannya digabung dengan hasil sitaan Sudin Peternakan dan Perikana di semua wilayah Jakarta," ungkapnya.

BERITA TERKAIT
ikan_laut.jpg

Waspada Ikan Berformalin Beredar di Jakut

Jumat, 06 Juni 2014 5977

Harga Sembako Naik

Ramadhan, Kebutuhan Pangan DKI Naik 20 Persen

Sabtu, 07 Juni 2014 4050

sembako dokbjcom

Jelang Ramadhan, Stok Pangan di Jakarta Aman

Rabu, 04 Juni 2014 4265

. Muhtar juga mendapatkan ratusan Kilo Gram (Kg) daging import di Pasar-pasar Tradisional di wilayah

Daging Sapi Impor Banjiri Pasar Tradisional Jakut

Selasa, 13 Mei 2014 6202

daging oplosan celeng

Bakso Daging Celeng Kembali Ditemukan di Jakbar

Rabu, 14 Mei 2014 6067

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 2893

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 735

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 637

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1400

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1015

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks