Daging Sapi Impor Banjiri Pasar Tradisional Jakut

Selasa, 13 Mei 2014 Reporter: Devi Lusianawati Editor: Widodo Bogiarto 6947

. Muhtar juga mendapatkan ratusan Kilo Gram (Kg) daging import di Pasar-pasar Tradisional di wilayah

(Foto: doc)

Daging sapi impor kembali marak diperjualbelikan di pasar-pasar tradisional di Jakarta Utara, sehingga mengancam harga daging sapi lokal. Padahal, daging sapi impor itu hanya diperbolehkan dijual ke hotel, restoran, dan rumah makan atau horeka.

Masih banyak pedagang di pasar-pasar tradisional yang menjual daging impor. Kami langsung memberikan peringatan kepada mereka

Suku Dinas (Sudin) Perikanan, Peternakan, dan Kelautan (P2K) Jakarta Utara mengklaim, rutin melakukan pemantauan ke sejumlah pasar tradisional. Hasilnya, sejumlah pedagang ditemukan masih nekat menjual daging impor. Menurut para pedagang, menjual daging impor lebih laku ketimbang daging lokal karena harganya lebih murah.

Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian, Sudin P2K Jakarta Utara, Muhammad Mikron mengatakan, pihaknya beberapa hari lalu masih menemukan ratusan kilogram daging impor yang dijual pedagang di Pasar Rawa Badak, Koja. Selain itu, sejumlah pedagang di Pasar Kalibaru, Pasar Sunter Agung, dan Pasar Pademangan juga masih berjualan daging impor.    

"Masih banyak pedagang di pasar-pasar tradisional yang menjual daging impor. Kami langsung memberikan peringatan kepada mereka. Kalau masih nekat, kami akan melakukan pemanggilan dengan berkoordinasi dengan Dinas P2K," kata Muhammad Mikron, Selasa (13/5).

Menurut Mikron, jika masih membandel menjual daging impor, pihaknya tidak segan-segan melakukan penyitaan. "Harus ada tindakan tegas untuk melindungi peternak lokal," tegasnya. 

Di samping itu, Mikron pun mengimbau kepada para pembeli untuk bisa membedakan daging impor atau daging lokal. Perbedaan itu bisa terlihat dari daging lokal yang berwarna merah dan selalu digantung, sedangkan daging impor biasanya dijual dalam kondisi beku.

Salah seorang pedagang daging impor di Pasar Rawa Badak , Otong (50) mengaku, menjual daging impor karena harganya lebih murah.  “Harga daging impor lebih murah, perbedaanya bisa hampir Rp 20 ribu," ujarnya.

Namun, meski harganya lebih murah, banyak pembeli masih memilih daging sapi lokal. “Sebagian pembeli sudah tahu kualitas  daging impor tidak sesegar daging lokal,” tambahnya.

Sejumlah pembeli mengaku, meski murah daging impor dikhawatirkan sudah tak segar lagi. “Khawatir aja, karena kelamaan disimpan di ruang dingin. Apalagi kalau dijual di pasar tradisional seperti ini, tak pakai pendingin,” kata Neneng, seorang pembeli.

Neneng menjelaskan, jika terlalu lama di ruang terbuka, daging sapi impor bisa rusak. Jika sudah mencair tidak bisa dimasukkan lagi ke pendingin, mau tidak mau harus langsung dimasak atau dibuang.

BERITA TERKAIT
bakso celeng beritajakarta

Penjual Bakso Daging Celeng di Tambora Diamankan

Senin, 05 Mei 2014 8190

peresmian foodcourt pasar Tanah Abang Blok G

Jokowi Akan Bubarkan PD Dharma Jaya

Selasa, 29 April 2014 4753

jokowi ntt daging

NTT Bakal Pasok Daging ke Jakarta

Selasa, 29 April 2014 5230

selain itu RPH tersebut juga telah membangun sarana pembuangan limbah hasil dari proses pemotongan h

RPH Kapuk Jakbar Terus Berbenah

Senin, 21 April 2014 9166

Direktur PD Pasar Jaya, Djangga Lubis mengatakan, kerjasama yang dilakukan beberapa waktu lalu, baru

PD Pasar Jaya Matangkan Kerjasama dengan NTT

Kamis, 08 Mei 2014 6270

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7023

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4603

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2138

Road to lerata run anita

Road to Larata Run 2026 Padukan Olahraga dan Transportasi Publik

Sabtu, 31 Oktober 2026 1309

Pengprov akuatik dki jakarta rezap

Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan

Kamis, 29 Oktober 2026 1737

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks