Dewan Masjid Diharapkan Cegah Aliran Menyimpang

Kamis, 28 Januari 2016 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Nani Suherni 3624

DMI, Katalisator Aliran Sesat

(Foto: Istimewa)

Wali Kota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi menilai, Dewan Masjid Indonesia (DMI) dibutuhkan untuk mencegah penyebaran aliran menyimpang.

Keberadaan DMI penting untuk menjadi katalisator aliran-aliran yang tidak benar sehingga tidak berkembang di Jakarta

Tri mengatakan, dengan jumlah 700 masjid dan 1.300 musala di Jakarta, DMI dapat mengontrol pergerakan kelompok yang melenceng.  

"Keberadaan DMI penting untuk menjadi katalisator aliran-aliran yang tidak benar sehingga tidak berkembang di Jakarta," kata Tri, dalam acara Musyawarah Daerah VI Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jakarta Selatan di Aula Kompleks DPR RI Kalibata, Pancoran, Kamis (28/01).

Generasi muda di DMI, sambung Tri, dapat memberikan gagasan positif disetiap kegiatan masjid dan musala di Jakarta. Harapannya, tidak ada aliran menyimpang yang berkembang di Jakarta.

BERITA TERKAIT
Meningkatkan Kegiatan Masjid Pemprov DKI akan Perluas Tempat Ibadah

DKI Berangkatkan Umrah 30 Penjaga Masjid

Kamis, 06 November 2014 6246

Djarot Ajak Mubaligh Peduli Eks Gafatar

Djarot Ajak Mubaligh Peduli Eks Gafatar

Kamis, 28 Januari 2016 2837

Lantik Mubaligh DKI, Pemprov Akan Sediakan Fasilitas

Mubaligh Harus Aktif Cegah Terorisme

Kamis, 21 Januari 2016 3393

BERITA POPULER
IMG 20260319 191414

PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar

Kamis, 19 Maret 2026 2371

IMG 20260319 WA0000

Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan

Kamis, 19 Maret 2026 2436

Mudik gratis pemprov rezap

Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan

Selasa, 17 Maret 2026 1742

Car free night sarinah otoy

Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran

Kamis, 19 Maret 2026 997

Pemprov dki kemenag jalan istiqlal folmer

DKI dan Kemenag RI Sepakati Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Daerah

Senin, 16 Maret 2026 1387

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks