145 PMKS Terjaring Razia di Ibu Kota

Selasa, 27 Mei 2014 Reporter: Ari Cleofatra Fernandea Editor: Lopi Kasim 3725

Nenek Penghuni Panti Werda Tertangkap Mengemis

(Foto: Rio Sandiputra)

Untuk mengantisipasi maraknya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta kembali menggelar razia di lima wilayah ibu kota. Hasilnya, sebanyak 145 PMKS berhasil diamankan.  

Penjeratan dengan pasal penipuan akan dilakukan, tapi sebagai langkah terakhir. Lagi pula sudah banyak dari mereka yang beralih profesi seperti jadi tukang jahit setelah diberikan pendidikan

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Kukuh Hadi Santosa mengatakan, razia digelar sebagai langkah untuk mengantisipasi PMKS dan digelar diseluruh wilayah ibu kota.

"Sebenarnya razia ini tidak hanya digelar pada suatu wilayah tertentu saja, tetapi serentak diadakan di lima wilayah Jakarta yang terhitung dari dua minggu lalu. Dari situ, terjaring 70 gelandangan dan pengemis, 75 PSK, hasil sergap di titik tertentu seperti terminal, halte dan trotoar," ucap Kukuh, Selasa (27/5).

Menjelang bulan ramadhan, lanjut Kukuh, daerah operasi PMKS akan semakin meningkat. Operasi juga digelar untuk mencegah kemacetan, kebersihan, dan kenyamanan di ibu kota yang disebabkan PMKS.

Pihaknya, kata Kukuh, menggelar operasi di wilayah-wilayah strategis mobilitas warga seperti terminal, halte, stasiun, trotoar jalan dan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Pada kawasan tersebut, pihaknya mengindentifikasi sejumlah pendatang dengan memeriksa kartu identitas dan menanyakan keperluannya datang ke ibu kota.

Diakui Kukuh, jumlah PMKS yang telah terjaring tergolong sedikit. Ke depan pihaknya akan menggandeng Dinas Sosial DKI Jakarta untuk menggelar aksi razia gabungan untuk menjaring PMKS. Operasi akan digelar secara diam-diam guna menangkap basah PMKS pada saat sedang beroperasi.

Kendati demikian, pihaknya masih belum menjerat PMKS dengan pasal penipuan, seperti yang dihimbau oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta. Langkah tersebut akan diupayakan pihaknya sebagai langkah terakhir setelah mendapat kepastian alasan dari pelaku mengenai perbuatannya.

"Penjeratan dengan pasal penipuan akan dilakukan, tapi sebagai langkah akhir. Lagi pula sudah banyak dari mereka yang beralih profesi seperti jadi tukang jahit setelah diberikan pendidikan," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Cegah PMKS, 400 Personil Satpol PP Jakbar Akan Dikerahkan

Jelang Ramadhan, 400 Satpol Akan Halau PMKS

Senin, 26 Mei 2014 3693

Jelang Ramadhan, Sudin Sosial Jaktim Antisipasi PMKS

Jelang Ramadhan, Sudin Sosial Jaktim Antisipasi PMKS

Kamis, 22 Mei 2014 4294

preman ilustrasi

Sedang Patroli, Satpol PP Diserang Kelompok Preman

Kamis, 22 Mei 2014 5499

Manusia Gerobak

Bawa Anak, Manusia Gerobak Terjaring Satpol PP

Selasa, 20 Mei 2014 5203

Penertiban Lapak PKL

Puluhan Lapak PKL Tanah Abang Kembali Ditertibkan

Senin, 19 Mei 2014 5133

BERITA POPULER
Pramono Sebut RW Kumuh di Jakarta Menurun Drastis, Jadi 211 RW

Pramono Sebut RW Kumuh di Jakarta Menurun Drastis

Rabu, 06 Mei 2026 1109

Program magang disnakertrans gery ist3

1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan

Senin, 04 Mei 2026 973

Gubernur pramono danatara psel rezap

Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL

Senin, 04 Mei 2026 909

Pajak Kendaraan listrik jati

Pemberian Insentif Kendaraan Listrik Dukung Kampanye Energi Bersih

Selasa, 05 Mei 2026 702

Dinkes mayday monas desi

Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026

Jumat, 01 Mei 2026 1256

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks