BPLHD DKI Ambil Sampel Air di 3 Lokasi

Selasa, 01 Desember 2015 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Rio Sandiputra 2780

BPLHD Ambil Sample di 3 Perairan Jakarta

(Foto: doc)

Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta, lakukan pengambilan sampel di tiga lokasi perairan di Teluk Jakarta, Selasa (1/12). Pengambilan sampel dilakukan karena terjadi fenomena kematian ikan di sejumlah pantai di teluk Jakarta, Senin (30/11) kemarin.

Kita belum bisa pastikan apa penyebabnya. Sampel yang kita ambil perlu diuji dahulu dan hasilnya baru bisa sepekan lagi diketahui

Sampel yang diambil berada di perairan Cilincing, Ancol dan Muara Angke. Masing-masing perairan tersebut tempat bermuaranya Kali Cakung Drain, Ciliwung Lama, Sentiong dan Kali Angke. Diduga, endapan lumpur yang mengalir ke laut melalui sungai-sungai tersebut menyebabkan laut terkontaminasi sehingga menyebabkan kematian ikan.

Kepala BPLHD DKI Jakarta, Junaedi mengatakan, pihaknya tengah melakukan pengambilan sampel di tiga lokasi laut yang dilaporkan terjadi fenomena kematian ikan. Nantinya sampel seperti air laut, sendimen lumpur dari muara kali dan ikan yang mati akan dibawa ke labotarium untuk dilakukan uji lab.

"Kita belum bisa pastikan apa penyebabnya. Sampel yang kita ambil perlu diuji dahulu dan hasilnya baru bisa sepekan lagi diketahui," ujarnya, Selasa (1/12).

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan, Dinas Kelautan Peternakan dan Ketahan Pangan (KPKP) DKI Jakarta, Lilik Litasari mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan lapangan Senin (30/11). Dari keterangan yang dihimpun dan kondisi lapangan, Lilik menduga kematian ikan terjadi akibat sendimen lumpur dari Kali di Jakarta yang terbawa ke laut.

"Sabtu dan Minggu itu warna air di Ancol sempat berubah dan menebar bau sehingga pengunjung sempat dilarang berenang. Tapi saat Senin kita ke lapangan sudah normal kembali," kata Lilik.

Menurut Lilik, seiring musim hujan, lumpur dari sungai yang selama ini mengendap terangkat dan mengalir hingga ke laut. Endapan lumpur yang mengandung CO2 dan zat lainnya lah yang diduga menyebabkan ikan keracunan hingga mati.

"Kita juga sudah ambil sampel untuk diuji. Sekitar 5-7 hari kedepan, hasilnya baru bisa kita ketahui," tandasnya.

BERITA TERKAIT
 Ikan Mati Di Pesisir Jakarta Tidak Berdampak Ke Pulau Seribu

Fenomena Ikan Mati Belum Sampai Pulau Seribu

Selasa, 01 Desember 2015 6163

Ikan di Kolam Epicentrum Mati, Basuki : Bukti Air Dari Sungai

Matinya Ikan di Kolam Epicentrum Akibat Pencemaran Sungai

Selasa, 01 Desember 2015 3715

4 Hari, 750 Kilogram Ikan Mati di Ancol

4 Hari, 750 Kilogram Ikan Mati di Ancol

Senin, 30 November 2015 8602

BERITA POPULER
IMG 20260817 WA0044

Dubes Belanda Lihat Kemeriahan Peringatan HUT ke-81 RI di Malaka Jaya

Senin, 17 Agustus 2026 7764

Dayung Ciliwung jati

Lomba Dayung di Pasar Baru Digelar Akhir Agustus

Kamis, 20 Agustus 2026 1267

Lomba nasi goreng ciracas nur

Ketua RW dan LMK di Susukan Adu Jago Bikin Nasi Goreng

Rabu, 19 Agustus 2026 938

Kapal dishub pulau jati2

Warga Kepulauan Seribu Berhak Dapat Layanan Transportasi Setara

Minggu, 16 Agustus 2026 1423

Gubernur Lantik Pejabat Eselon Dua otoy

Lantik Tujuh Pejabat Eselon II, Pramono Dorong Transparansi dan Inovasi

Rabu, 19 Agustus 2026 752

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks