Sistem Polder Bisa Atasi Banjir di Jakut

Sabtu, 10 Mei 2014 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Dunih 7270

waduk_pluit_jakarta_bayu.jpg

(Foto: doc)

Penurunan permukaan tanah di Jakarta Utara semakin hari semakin mengkhawatirkan. Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta mencatat, penurunan muka tanah di Jakarta Utara merupakan yang tercepat di DKI. Seperti halnya beberapa daerah di wilayah Kecamatan Penjaringan, penurunan muka tanahnya bisa mencapai 18 sentimeter pertahun, sehingga menjadi sangat rawan banjir.

Jakarta Utara bila ingin bebas dari genangan harus dibangun sistem polder yang terintegrasi

Saat bulan Januari lalu, sekitar 40 persen wilayah Jakarta Utara tergenang dengan ketinggian antara 10-100 sentimeter. Padahal, sepanjang 2013 lalu, sebanyak 86 saluran penghubung (PHB) sudah dinormalisasi.

Kepala Unit Limbah Lingkungan dan Air Tanah, Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta, Bawa Sarasa mengatakan, penurunan muka tanah disebabkan kondisi tanah di Jakarta Utara yang lebih lunak dari wilayah lain. Terlebih, penggunaan air tanah hingga 6-8 juta meter kubik pertahun, berpengaruh sekitar 14-15 persen terhadap penurunan muka tanah.

"Ditambah  beban berat di atas tanah seperti bangunan dan kendaraan berat menyebabkan Jakarta Utara relatif lebih cepat penurunannya dibanding wilayah lain. Salah satunya yang paling tinggi ialah daerah Pluit, Penjaringan, mencapai 18 sentimeter pertahun," jelasnya, Sabtu (10/5).

Sementara itu, Kepala Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Utara, Wagiman Silalahi mengatakan, penurunan muka tanah menyebabkan air laut lebih tinggi dari sebagian daratan. Hal tersebut mengakibatkan air dari hulu maupun hujan yang tercurah sulit mengalir ke lautan, hingga akhirnya tumpah ke darat.

"Jakarta Utara bila ingin bebas dari genangan harus dibangun sistem polder yang terintegrasi," katanya.

Menurut Wagiman, sistem polder yang dimaksud adalah seperti sistem tata air kawasan Pantai Indak Kapuk (PIK). Sistem polder di sana terdiri dari tanggul, kanal, waduk, sistem saluran, sub surface drainase, stasiun pompa, hingga sistem pembuangan (flushing) yang terintegrasi. Terbukti, selama puluhan tahun belakangan ini, kawasan seluas 200 hektare itu bebas dari banjir. Padahal, lokasi PIK berada di bibir pantai.

"Dengan sistem polder, debit air dalam kanal terkontrol. Bila volumenya tinggi akan dipompa dibuang ke laut," ucapnya.

Sebelum bisa mewujudkan sistem polder, dalam jangka pendek akan dibangun rumah pompa di lima lokasi yaitu, hilir Kali Kamal Muara, Kali karang, Kali Angke, Kali Ciliwung Lama dan hilir Kali Sentiong Sunter.

"Rencana dibangun 2015 selesai 2016, dan kemungkinan melibatkan pihak swasta. Sebanyak 96 PHB juga akan kita normalisasi tahun ini," tandasnya.

BERITA TERKAIT
jokowi_wawancara_balkot_wahyu_stok.jpg

Kerjasama Waduk dengan Pemkab Bogor Belum Diputuskan

Kamis, 08 Mei 2014 4359

MAnggas Rudi Siahaan Kadis PU

Proyek JEDI Diawasi BPKP dan Inspektorat

Jumat, 02 Mei 2014 7201

Endapan Sampah jadi Penyebab Kali di Jakbar Mengalami Pendangkalan

Warga Minta Normalisasi Kali Gubuk Genteng

Senin, 05 Mei 2014 5199

sodetan_kbt_dokbj.jpg

Sodetan Kali Ciliwung Rampung Tahun Depan

Jumat, 09 Mei 2014 4949

kali_cipinang_dikeruk_nurito.jpg

DKI Targetkan 128 Kali Bersih pada 2015

Kamis, 03 April 2014 6108

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9234

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3202

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3625

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1920

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1485

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks