86 WNA Tiongkok Dideportasi

Senin, 09 November 2015 Reporter: Folmer Editor: Widodo Bogiarto 3927

86 WNA Tiongkok Dideportasi

(Foto: doc)

Sebanyak 86 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang terlibat kasus cyber crime dideportasi oleh Direktorat Jenderal Imigrasi.

Mereka dikawal oleh petugas imigrasi dan kepolisian Tiongkok

"Puluhan WNA asal Tiongkok ditangkap aparat kepolisian karena terlibat tindak kejahatan di Cirebon, Surabaya, dan Bali terkait kasus cyber crime," kata Yurod Saleh, Direktur Penyidikan Imigrasi di Rumah Imigrasi di Jalan Peta Selatan Nomor 50 Kalideres, Jakarta Barat, Senin (9/11).

Yurod menjelaskan, puluhan WNA ini dideportasi secara bersamaan melalui Bandara Soekarno Hatta, Senin malam pukul 22.00, menggunakan dua unit pesawat carteran.

"Mereka dikawal oleh petugas imigrasi dan kepolisian Tiongkok. Kami memeriksa mereka terkait pelanggaran administrasi keimigrasian," ucap Yurod.

Yurod menambahkan, saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap tiga orang WNA asal Taiwan yang diketahui berinisial CQJ, YPJ, dan HMJ.

Pasalnya, ketiga orang tersebut disinyalir sebagai penanggungjawab sekaligus dalang dibalik kasus cyber crime yang melibatkan 86 orang yang dideportasi Direktorat Jenderal Imigrasi.

"Sebenarnya ada 119 warga negara asing (WNA) yang diserahkan Mabes Polri kepada kami selama bulan Oktober 2015. Yakni 86 WNA Tiongkok dan 33 WNA Taiwan," tandas Yurod.

BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260319 191414

PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar

Kamis, 19 Maret 2026 2349

IMG 20260319 WA0000

Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan

Kamis, 19 Maret 2026 2371

Mudik gratis pemprov rezap

Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan

Selasa, 17 Maret 2026 1714

Car free night sarinah otoy

Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran

Kamis, 19 Maret 2026 981

IMG 20260314 160842

150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

Sabtu, 14 Maret 2026 1763

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks