Kamis, 05 November 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 241
(Foto: Reza Pratama Putra)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menggelar rapat koordinasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (5/11).
Rapat ini membahas langkah mitigasi serta kesiapsiagaan jajaran pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi curah hujan ekstrem saat musim hujan mendatang.
"persiapan untuk menghadapi banjir,"
"Yang tadi baru saja kita selesai mengadakan rapat, hal yang berkaitan dengan persiapan untuk menghadapi banjir, menyambut lima abad, hal yang berkaitan dengan membuat Jakarta lebih hijau, lebih sejuk," ujar Pramono.
Gubernur menyampaikan, berdasarkan laporan BMKG, puncak curah hujan tertinggi diperkirakan akan terjadi pada Februari nanti. Fenomena El Nino saat ini dinilai akan berdampak terhadap perpendekan durasi periode hujan, namun tidak mengurangi volume air.
Kondisi ini akan meningkatkan potensi terjadinya curah hujan ekstrem dan risiko banjir, terutama sekitar bulan Januari hingga Juni.
"Maka untuk itu, dalam rapat tadi dibahas secara detail apa yang menjadi tugas dan juga sekaligus supporting yang bisa dilakukan oleh seluruh stakeholder institusi yang ada di Jakarta," jelas Pramono.
Ia menambahkan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta akan memberikan pendampingan selama proses normalisasi dilakukan di sejumlah sungai di Jakarta.
Hingga Desember, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan terus melakukan normalisasi, terutama di Kali Ciliwung, Angke, Krukut, dan Cakung Lama.
Pramono menyebut, curah hujan tertinggi berpotensi akan terjadi di Jakarta Barat. Karena itu, Pemprov DKI tengah melakukan pembenahan infrastruktur untuk mengantisipasi adanya luapan air di wilayah tersebut.