Rabu, 04 November 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 308
(Foto: Doc)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menekankan pentingnya menempatkan komunikasi publik sebagai bagian dalam tata kelola pemerintahan.
Hal ini disampaikan Pramono secara daring saat menjadi keynote speaker pada acara Pekan Komunikasi Universitas Indonesia Tahun 2026, Rabu (4/11).
"komunikasi memegang peran penting,"
Mengusung tema 'Empowering Golden Indonesia 2045 through Digital Foundation', Pramono menyoroti perubahan lanskap baru komunikasi publik di era keterbukaan.
Menurutnya, siklus informasi yang disampaikan melalui media sosial berjalan sangat cepat sehingga timbul tantangan terjadinya misinformasi. Kondisi inipun dapat berdampak pada kepercayaan publik.
"Komunikasi bukan sekadar publikasi. Dari informasi yang disampaikan akan timbul kepercayaan masyarakat. Karena itu, komunikasi memegang peran penting sebagai jantung tata kelola," ujar Pramono.
Di sisi lain, penggunaan internet di Jakarta tercatat merupakan yang tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 92,57 persen. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun memperkuat ekosistem digital untuk memperluas akses layanan publik bagi seluruh warga.
Ia mencontohkan pemanfaatan digital teknologi dalam meningkatkan kualitas layanan pengaduan warga. Melalui sistem digital ini, dinas terkait dapat merespon keluhan masyarakat secara cepat dan efisien.
Saat ini, Pemprov DKI tengah membangun citra Kota Jakarta yang terbuka, dialogis, dan dekat dengan masyarakat.
"Kepercayaan rakyat hanya bisa dibangun dengan keteladanan dan keterbukaan. Kita harus bekerja jujur, melayani dengan hati, dan tidak alergi terhadap pengawasan," katanya.
Pemprov DKI, kata Pramono, menempatkan keterbukaan informasi sebagai pilar penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Ia kemudian menyampaikan berbagai program prioritas Pemprov DKI, sebagai bentuk transparansi dalam tata kelola pemerintahan.
Sejumlah tantangan perkotaan seperti masalah banjir, kemacetan, kepadatan penduduk, hingga perubahan iklim menjadi perhatian utama Pemprov DKI.
Pramono menyampaikan, transformasi digital harus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui penguatan program di sektor pendidikan, Pramono meyakini akan berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan daya saing kota.
Penyaluran bantuan Kartu Jakarta Pintar tercataglt telah disalurkan kepada 707.477 pelajar dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul kepada 15.825 mahasiswa. Tak hanya itu, pada tahun depan, Pemprov DKI akan meluncurkan program LPDP Jakarta.
Selain itu di sektor transportasi, Pemprov DKI terus memperluas konektivitas dan integrasi antarmoda transportasi Jakarta. Akses transportasi publik gratis bagi masyarakat yang memenuhi kriteria juga ditambah menjadi 21 golongan.