30 Warga Susukan Dibentuk Jadi Relawan Kebakaran

Kamis, 05 November 2026 Andri Widiyanto 27


Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur memberikan pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran kepada warga dalam pembentukan Relawan Kebakaran (Redkar) di Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (5/11). Sebanyak 30 relawan dibekali pengetahuan dan keterampilan penanganan awal kebakaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta mengurangi risiko kebakaran di lingkungan masyarakat.

Unduh Potret
1.30 Warga Susukan Dibentuk Jadi Relawan Kebakaran

Para peserta yang dilibatkan berasal dari unsur LMK, FKDM, PKK, ASN kelurahan, dan PJLP

2.30 Warga Susukan Dibentuk Jadi Relawan Kebakaran

Pembentukan Redkar merupakan bagian dari program Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur untuk meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran di lingkungan masing-masing

3.30 Warga Susukan Dibentuk Jadi Relawan Kebakaran

Petugas memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah penanganan awal kebakaran agar relawan dapat melakukan tindakan cepat dan tepat sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi

4.30 Warga Susukan Dibentuk Jadi Relawan Kebakaran

Seorang peserta sedang praktik memadamkan api dengan handuk basah

5.30 Warga Susukan Dibentuk Jadi Relawan Kebakaran

Peserta juga diberikan praktik penanganan kebakaran akibat kebocoran gas, termasuk cara menutup aliran gas dengan teknik yang benar untuk menghindari risiko yang lebih besar

6.30 Warga Susukan Dibentuk Jadi Relawan Kebakaran

Relawan mendapatkan pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) serta pemanfaatan peralatan sederhana di rumah, seperti handuk basah, untuk menangani kebakaran skala awal sesuai prosedur keselamatan

7.30 Warga Susukan Dibentuk Jadi Relawan Kebakaran

Pada 2026, pembentukan Redkar Jakarta Timur ditargetkan berlangsung di 30 titik dengan masing-masing 30 relawan atau sekitar 900 orang

8.30 Warga Susukan Dibentuk Jadi Relawan Kebakaran

Melalui pembentukan Redkar, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu melakukan penanganan awal kebakaran, tetapi juga aktif membangun budaya pencegahan melalui edukasi dan kesiapsiagaan di lingkungan tempat tinggal