Bangunan di Lahan Aset Pemprov DKI Ditertibkan

Kamis, 29 Oktober 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 172

Penertiban lahan kembangan utara bilal

(Foto: Bilal Nugraha Ginanjar)

Petugas gabungan Satpol PP, Kepolisian, TNI, Perhubungan, Bina Marga, Tamhut, SDA, dan PPSU, Kamis (24/10), menertibkan enam bangunan semi permanen yang berdiri di atas lahan milik Pemprov DKI di Taman BTN 1 dan Taman BTN 2, RW 03 Kelurahan Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat.   

Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat, Imron Sjahrin mengatakan, aset taman itu berdasarkan sertifikat hak pakai (SHP) nomor 5 tahun 1997. Lantaran itu, saat ada laporan warga lahan itu kembali diokupasi, jajaranya menindaklanjuti dengan penertiban.

Penertiban berjalan baik dan kondusif

"Pada tahun 2024 lalu, kami pernah tertibkan. Tapi orang yang mengaku kuasa ahli waris kembali mengusai dan hari ini kembali kami tertibkan," katanya, Kamis (24/10).

Dijelaskan Imron, klaim dari ahli waris itu berdasar girik. Namun dari hasil penelitian di tingkat kelurahan, girik yang dimiliki mereka dipastikan telah habis masa berlakunya.

Menurut Imron, lahan yang ada di Taman BTN 1 di RT 06/03 Kelurahan Kembangan Utara, luasnya sekitar 1.200 meter persegi. Lalu di Taman BTN 2 di RT 07/03 seluas 950 meter persegi.

Selain telah diuruk puing dan tanah, ungkap Imron, di atas lahan kedua taman itu juga telah didirikan enam bangunan semi permanen serta permanen.

Setelah penertiban, Imron mengaku akan melakukan pemagaran dan menempatkan alat berat di lokasi taman sebelum dilakukan pembangunan kembali. Lalu juga akan ditempat pos pengawasan agar lahan tidak kembali diokupasi.

"Nantinya pengawasan di posko bakal melibatkan warga agar tidak kembali diduduki," tambahnya.

Kepala Satpol PP Jakarta Barat, Heri Purnama menjelaskan, penertiban melibatkan 250 personel gabungan dan dua unit alat berat ekscavator serta 30 unit truk pengangkut.

"Alhamdulillah, kegiatan penertiban berjalan baik dan kondusif," tegasnya.

Ketua RW 03 Kembangan Utara, Juanedi menambahkan, selama ini warga merasa terganggu dengan adanya penyerobotan lahan taman ini.

Selain kehilangan taman berikut fasilitas olahraga dan sarana sosial yang ada, warga juga mengeluhkan banyaknya debu dari proses pengerukan lahan serta fungsi saluran yang tertutup tanah di lahan tersebut

"Kami berharpa taman itu dibangun ulang sebagai fasos-fasum warga," tandasnya.

BERITA TERKAIT
IMG 20260609 WA0115

Penertiban Parkir Liar di Cengkareng Tindak 69 Kendaraan

Selasa, 09 Juni 2026 818

Penertiban bangunan rumah pompa kali apuran budi

31 Rumah Warga Terdampak Pembangunan Rupom Kali Apuran Dibongkar

Selasa, 27 Oktober 2026 323

Pedagang di Atas Trotoar Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

Pedagang di Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

Rabu, 30 September 2026 2132

BERITA POPULER
Munjirin Tinjau Ring Tinju Flyover Kampung Melayu

Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

Senin, 26 Oktober 2026 5368

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 1815

Sudin SDA kepulauan Seribu tanam mangrove ist

105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

Senin, 26 Oktober 2026 1603

LRT jakarta jati2

Kapasitas LRT Diminta Ditambah Usai Transportasi Publik Semakin Terhubung

Senin, 26 Oktober 2026 1460

Keseruan Hari Pertama Jakarta Running Festival 2026 1

Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

Sabtu, 24 Oktober 2026 1867

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks