Rabu, 28 Oktober 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 256
(Foto: Nurito)
Kreasi riasan karakter Halloween hingga tata rias glamor mewarnai kompetisi Make Up Challenge yang digelar Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98.
"Kreativitas menjadi profesi"
Kompetisi yang berlangsung di Beauty and Spa PPKD Jakarta Timur ini menjadi ajang bagi peserta pelatihan untuk menunjukkan kreativitas sekaligus mengasah keterampilan sesuai kebutuhan industri kecantikan.
Sebanyak 40 peserta dari dua kelas pelatihan ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Mereka dibagi menjadi 10 kelompok, terdiri dari lima kelompok kelas Make Up Artist yang menampilkan riasan karakter bertema Halloween dan lima kelompok kelas Perawatan Kecantikan yang berkreasi dengan tata rias glamor untuk berbagai kebutuhan pesta.
Kepala PPKD Jakarta Timur, Teguh Hendarwan mengatakan, momentum Hari Sumpah Pemuda dimanfaatkan untuk mendorong peserta pelatihan kerja menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan keterampilan yang telah dipelajari selama mengikuti pelatihan.
"Dari kelas Make Up Artist menampilkan kreasi riasan bertema Halloween. Sedangkan kelas Perawatan Kecantikan menampilkan kreasi tata rias glamor untuk kebutuhan pesta," ujarnya, Rabu (28/10).
Menurutnya, kompetisi ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga bagian dari upaya menyesuaikan materi pelatihan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri kecantikan.
"Hal ini dinilai penting, terutama karena banyak peserta berasal dari kalangan Generasi Z yang memiliki peluang mengembangkan kreativitas menjadi profesi maupun usaha mandiri," terangnya.
Teguh menjelaskan, keterampilan tata rias glamor dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti riasan pesta, pertunangan, hingga wisuda. Melalui bekal keterampilan tersebut, peserta diharapkan mampu membuka usaha jasa tata rias setelah menyelesaikan pelatihan.
"Untuk kemampuan merias karakter dan fantasi juga membuka peluang kerja di industri hiburan, termasuk produksi televisi dan kegiatan syuting yang membutuhkan riasan khusus," ungkapnya.
Kasatlak Pengendalian dan Pemasaran sekaligus Koordinator Beauty and Spa PPKD Jakarta Timur, Linda Apriantini menambahkan, penilaian kompetisi melibatkan juri dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di unit tersebut serta pihak swasta.
"Salah satu unsur swasta yang terlibat merupakan perusahaan yang berencana merekrut peserta pelatihan untuk bekerja di Brunei Darussalam pada bidang kosmetik," bebernya.
Linda menuturkan, keterlibatan pihak swasta diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai standar keterampilan yang dibutuhkan industri sekaligus membuka peluang kerja bagi peserta pelatihan.
"Pemenang diberikan hadiah hiburan oleh panitia. Karena ini intinya untuk memotivasi agar mereka lebih giat lagi dalam mengikuti pelatihan," imbuhnya.
Berdasarkan hasil penjurian, juara pertama kategori make up karakter diraih kelompok yang menampilkan karakter Bela Dimitrescu, tokoh dari gim Resident Evil Village. Sementara itu, juara pertama kategori glamor diraih peserta dengan kreasi riasan pesta.
Sementara itu, salah seorang peserta, Naura Aprilia (24) mengaku menghadapi tantangan saat mengerjakan riasan karakter, terutama pada bagian face painting dan mata. Ia harus memadukan tampilan seorang putri kerajaan yang cantik dengan kesan horor agar karakter yang ditampilkan menyerupai tokoh dalam gim tersebut.
"Agak sulit karena harus dibuat mirip dengan aslinya dalam sebuah game Resident Evil," tuturnya.
Naura tidak menyangka hasil karyanya bersama tiga rekan satu tim berhasil meraih juara pertama.
"Capaian ini menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus mengasah keterampilan tata rias karakter," tandasnya.