Selasa, 13 Oktober 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 212
(Foto: Nurito)
Sebanyak 40 peserta pelatihan kerja mengikuti uji kompetensi di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur. Uji kompetensi ini menjadi tahapan akhir pelatihan sekaligus syarat untuk memperoleh sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
"Mengukur kemampuan peserta"
Kepala PPKD Jakarta Timur, Teguh Hendarwan mengatakan, uji kompetensi berlangsung selama mulai 12-13 Oktober 2026 setelah para peserta menyelesaikan pelatihan selama 30 hari kerja.
Menurutnya, peserta yang dinyatakan lulus berhak memperoleh sertifikat BNSP, sedangkan peserta yang belum memenuhi standar kompetensi tidak mendapatkan sertifikat tersebut.
"Uji kompetensi diberikan kepada para peserta pelatihan yang sudah mengikuti pelatihan, tergantung kejuruannya," ujarnya, Selasa (13/10).
Teguh menjelaskan, peserta yang mengikuti uji kompetensi kali ini berasal dari dua kejuruan, yakni Barista dan Bakery. Masing-masing kejuruan diikuti sebanyak 20 peserta.
Dalam pelaksanaannya, lanjut Teguh, peserta menjalani pengujian melalui praktik langsung sesuai bidang keahlian masing-masing, kemudian dilanjutkan dengan wawancara oleh asesor BNSP.
"Proses ini bertujuan mengukur kemampuan peserta sekaligus memastikan kompetensi yang diperoleh selama pelatihan memenuhi standar sertifikasi profesi," terangnya.
Teguh menuturkan, tingkat kelulusan peserta uji kompetensi di PPKD Jakarta Timur selama ini mencapai lebih dari 98 persen.
Ia memaparkan, materi pelatihan Barista tidak hanya berfokus pada teknik meracik kopi, tetapi juga mencakup pengetahuan mengenai proses pengolahan biji kopi. Peserta diperkenalkan dengan tahapan pengolahan mulai dari biji kopi mentah atau green bean, proses pemanggangan (roasting), hingga penyajian kopi siap minum.
,"Selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali pengetahuan kewirausahaan dan bisnis agar memiliki bekal untuk mengembangkan usaha secara mandiri. Pembelajaran dilaksanakan dengan komposisi 20 persen teori dan 80 persen praktik," bebernya.
Sementara itu, salah seorang warga Jakarta Timur, Nadhirah Haifa Prizqy (19) mengaku tertarik mengikuti pelatihan Barista karena ingin memperdalam pengetahuan dan keterampilannya di dunia kopi.
Lulusan SMA Cahaya Sakti tahun 2026 itu sebelumnya bekerja di kantin pada bagian pelayanan kopi. Pengalaman tersebut membuatnya semakin tertarik menekuni bidang Barista sebagai profesi yang memiliki peluang kerja sekaligus dapat didukung sertifikasi kompetensi.
"Ternyata barista itu memiliki profesi juga dan tersertifikasi BNSP. Makanya saya memilih ikut pelatihan barista karena ingin mendalami kopi dan tertarik untuk dalam dunia food and beverage," ucapnya
Selama mengikuti pelatihan, ia mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru, baik melalui pembelajaran teori maupun praktik langsung. Bekal tersebut diharapkan dapat membantunya memasuki dunia kerja secara profesional.
"Saya belum berencana membuka usaha sendiri karena masih perlu menambah pengalaman kerja. Semoga dengan keterampilan dan sertifikasi yang diperoleh, saya memiliki peluang lebih besar untuk berkarier di industri kopi," tandasnya.