Kamis, 22 Oktober 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 80
(Foto: Istimewa)
Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur terus mendorong peningkatan keterampilan masyarakat melalui pelatihan perawatan kecantikan. Sebanyak 20 peserta yang mayoritas merupakan pemula mengikuti pelatihan angkatan kedua untuk membekali diri dengan keterampilan profesional sekaligus membuka peluang usaha mandiri.
"Memiliki peluang yang menjanjikan"
Kasatlak Pengendalian dan Pemasaran PPKD Jakarta Timur, Linda Apriantini mengatakan, pelatihan perawatan kecantikan tersebut dilaksanakan dalam dua angkatan. Saat ini, pelatihan memasuki angkatan kedua dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang dan berlangsung selama 45 hari kerja.
"Materi yang diberikan dalam pelatihan perawatan kecantikan itu cukup banyak. Sebab, lebih pada perawatan kecantikan dengan materi yang cukup global, dari ujung rambut hingga ujung kaki," ujarnya, Kamis (22/10).
Linda menjelaskan, peserta dibekali berbagai keterampilan, mulai dari facial, rebonding, pewarnaan rambut, smoothing, penataan rambut atau hairstyling, potong rambut, hingga tata rias atau makeup dasar.
Materi tersebut dirancang untuk memberikan bekal keterampilan yang menyeluruh, terutama bagi peserta yang belum memiliki pengalaman di bidang kecantikan. Sehingga, mereka diharapkan mampu menguasai teknik dasar perawatan kecantikan yang dibutuhkan di dunia kerja maupun untuk merintis usaha sendiri.
"Pelatihan angkatan kedua telah dimulai sejak pertengahan September 2026 dan ditargetkan selesai pada awal November mendatang," terangnya.
Menurutnya, setelah menyelesaikan pelatihan, peserta berkesempatan memperoleh dua sertifikat, yakni dari PPKD Jakarta Timur dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
"Khusus sertifikat BNSP, peserta harus terlebih dahulu mengikuti uji kompetensi yang direncanakan berlangsung pada November 2026," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang warga Jakarta Timur, Shafa Aulia Rahma (21) mengaku tertarik mengikuti pelatihan tersebut karena ingin memperdalam keterampilan tata rias dan perawatan kecantikan.
"Saya rasa bidang ini memiliki peluang yang menjanjikan karena keterampilannya banyak dibutuhkan masyarakat. Terus saya juga merasa di sini passion saya," ucapnya.
Ia menuturkan, materi yang diberikan sangat beragam dan sesuai dengan minatnya. Selain keterampilan teknis, peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai kewirausahaan, manajemen keuangan, serta pengetahuan lain yang diperlukan untuk membangun usaha.
"Saya berencana membuka salon kecantikan di rumahnya di kawasan Pekayon setelah menyelesaikan pelatihan," tandasnya.