Jumat, 02 Januari 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 214
(Foto: Andri Widiyanto)
Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur berhasil melatih sebanyak 2.000 warga sepanjang tahun 2025 melalui berbagai program pelatihan kerja berbasis kompetensi.
"Mencapai 100 persen"
Kepala PPKD Jakarta Timur, Teguh Hendarwan mengatakan, total terdapat 9.166 pendaftar pelatihan kerja selama tahun 2025. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 2.000 peserta dinyatakan diterima dan seluruhnya berhasil mengikuti pelatihan hingga tuntas.
"Alhamdulillah, capaian peserta pelatihan kerja tahun 2025 telah mencapai 100 persen," ujarnya, Jumat (2/1).
Teguh menjelaskan, sepanjang tahun 2025, PPKD Jakarta Timur menyelenggarakan 23 program pelatihan kerja yang mencakup 15 kejuruan dalam lima angkatan.
"Selain pelatihan reguler, PPKD juga menggelar pelatihan dengan metode Mobile Training Unit (MTU) melalui sistem jemput bola di 65 kelurahan, dengan total peserta sebanyak 560 orang yang terbagi dalam tujuh angkatan," terangnya.
Menurutnya, dari total 2.000 peserta pelatihan reguler, sebanyak 1.383 orang atau 98,86 persen dinyatakan lulus secara kompeten dan berhak memperoleh sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta sertifikat dari PPKD Jakarta Timur.
"Pelatihan kerja yang digelar juga bersifat inklusif. Sebanyak 42 peserta penyandang disabilitas turut mengikuti pelatihan kejuruan Barista dan Digital Marketing," ungkapnya.
Teguh menyampaikan, PPKD Jakarta Timur juga telah menjalin kolaborasi dengan 45 perusahaan dari dunia usaha dan dunia industri.
"Sepanjang tahun 2025, tercatat ada 106 kali proses rekrutmen kerja yang berhasil menyerap sebanyak 1.431 lulusan untuk bekerja maupun berwirausaha," bebernya.
Ia menambahkan, sebanyak 16 lulusan PPKD Jakarta Timur berhasil diterima bekerja di Jepang pada sektor otomotif, perhotelan, kafe, dan bidang lainnya.
"Mereka yang bekerja di Jepang telah mengikuti dua kejuruan, yaitu Bahasa Jepang dan kejuruan teknis sesuai minat. Mereka memiliki dua kompetensi sekaligus, yakni bahasa dan keahlian teknis," tandasnya.