Rabu, 28 Oktober 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 134
(Foto: Reza Pratama Putra)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mendukung upaya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta untuk mewujudkan eliminasi tuberkulosis (TBC) pada 2030. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global dengan masyarakat yang sehat.
Pramono menyampaikan hal tersebut saat menghadiri kegiatan Hospital Leadership for TB Elimination: Jakarta Menuju Eliminasi TBC 2030 di Balai Kota Jakarta, Rabu (28/10).
"syaratnya masyarakatnya harus sehat,"
Menurutnya, Jakarta memiliki modal pembangunan manusia dan infrastruktur kesehatan yang memadai untuk mendukung target tersebut. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta tercatat mencapai 85,05, tertinggi di Indonesia.
"Sebagai kota global, salah satu prasyaratnya adalah masyarakatnya itu harus sehat," ujar Pramono.
Guna mendukung penanganan TBC, Jakarta memiliki 197 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu. Pramono berharap, seluruh fasilitas kesehatan (faskes) tersebut dapat berperan optimal dalam mempercepat penanganan TBC sehingga target eliminasi pada 2030 dapat tercapai.
"Mudah-mudahan akan menjawab apa yang menjadi tantangan untuk di tahun 2030 benar-benar TB di Jakarta itu bisa dieliminasi," imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Octavianus mengungkapkan bahwa Indonesia menyumbang sekitar 10 persen dari total kasus TBC dunia. Sehingga pemberantasan TBC menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang membutuhkan keterlibatan berbagai sektor.
Benjamin mengapresiasi perkembangan penanganan TBC di Jakarta. Berdasarkan laporan Dinkes DKI Jakarta, sejumlah indikator menunjukkan peningkatan seperti penemuan kasus hingga sosialisasi kepada masyarakat.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya evaluasi untuk mengidentifikasi kekurangan dalam pelaksanaan program. Kemkes pun mengumpulkan para direktur rumah sakit pemerintah, swasta, serta TNI-Polri untuk merumuskan perbaikan kebijakan dan strategi penanganan TBC pada 2027.
Benjamin berharap, evaluasi tersebut dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh fasilitas kesehatan agar target eliminasi TBC tidak sekadar menjadi rencana, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret dan berkelanjutan.
"Kita susun tahun 2027 lebih baik lagi sehingga penanganan TBC di Indonesia, target eliminasi itu bukan hanya sebuah cerita tapi menjadi kenyataan," tandasnya