Selasa, 28 Juli 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 132
(Foto: Nurito)
Pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah Jakarta Timur kini terintegrasi dengan skrining penyakit tuberkulosis (TBC). Integrasi layanan ini menjadi salah satu upaya mempercepat penemuan kasus, mencegah penularan, sekaligus memperkuat pengendalian TBC di wilayah Jakarta Timur.
"Memperluas manfaat layanan CKG"
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Arief Wahyudhy mengatakan, pelaksanaan skrining TBC yang terintegrasi dengan layanan CKG sudah dimulai sejak 23 Juli 2026.
Menurutnya, program tersebut diawali di Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, dan Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara.
Integrasi layanan tersebut dilakukan karena upaya pencegahan dan pengendalian TBC membutuhkan percepatan dalam penemuan kasus, pelacakan kontak erat, pemberian terapi pencegahan, serta edukasi kepada masyarakat.
"Kegiatan ini sekaligus untuk memperluas manfaat layanan CKG bagi masyarakat. Kemudian, pembentukan jejaring dan pelibatan lintas sektor untuk mencapai target penanggulangan TBC di wilayah," ujarnya, Selasa (28/7).
Arief menuturkan, antusiasme masyarakat dalam mengikuti skrining TBC melalui layanan CKG, khususnya bagi kontak serumah dan kontak erat, secara umum cukup baik.
"Warga bersedia mengikuti pemeriksaan setelah mendapatkan penjelasan mengenai tujuan skrining, manfaat deteksi dini, serta pentingnya mencegah penularan TBC di lingkungan keluarga," terangnya.
Ia memaparkan, kemudahan akses layanan, proses pemeriksaan yang cepat, dan layanan tanpa dipungut biaya turut meningkatkan minat masyarakat untuk berpartisipasi.
"Kondisi ini menunjukkan edukasi yang dilakukan petugas kesehatan, kader, serta dukungan tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap pelaksanaan skrining," ungkapnya.
Ia menyampaikan, berdasarkan target yang diarahkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, wilayah Jakarta Timur ditargetkan melaksanakan skrining di 778 lokus dengan jumlah sasaran mencapai 77.800 peserta.
"Setiap lokus pelaksanaan memiliki sasaran skrining sebanyak 100 orang," ucapnya.
Sesuai Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penemuan Kasus TBC Terintegrasi CKG, lanjut Arief, sasaran utama kegiatan meliputi kontak serumah dan kontak erat dari kasus TBC. Sasaran juga dapat diperluas kepada populasi atau kelompok yang memiliki risiko tinggi terhadap TBC.
Ia menjelaskan, saat ini layanan CKG telah diintegrasikan dengan sejumlah layanan terkait penanggulangan TBC. Integrasi tersebut meliputi skrining gejala TBC dalam pelayanan CKG, pemeriksaan diagnostik TBC, penemuan kontak serumah dan kontak erat, serta skrining terhadap kelompok berisiko tinggi.
Selain itu, integrasi juga mencakup edukasi dan promosi kesehatan serta pencatatan dan pelaporan. Langkah tersebut diharapkan dapat membuat masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih lengkap dalam satu kali kunjungan.
"Melalui pendekatan tersebut, kami berupaya menjaga agar pelayanan tetap cepat, nyaman, dan berkualitas meskipun jumlah peserta terus meningkat," tandasnya.