Kamis, 22 Oktober 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 96
(Foto: Fakhrizal Fakhri)
Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Corporate Social Responsibility (CSR) DPRD DKI Jakarta, August Hamonangan mengapresiasi pelaksanaan program Kampung Siaga Tuberkulosis (KSTB) di RT 09/05, Kelurahan Pela Mampang, Jakarta Selatan.
Menurut August, program tersebut berjalan dengan baik berkat keseriusan para kader dalam mengedukasi masyarakat dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pencegahan tuberkulosis (TBC).
"dilakukan dengan baik dan serius,"
"Ini yang saya lihat sudah benar-benar dilakukan dengan baik dan serius oleh para kader Kampung Siaga Tuberkulosis (KSTB) Pela Mampang. Saya turun langsung dan melihat pelaksanaannya saat melakukan kunjungan ini," ujarnya, Kamis (22/10).
Salah satu fasilitas yang menarik perhatian August adalah pojok dahak, tempat khusus bagi warga untuk membuang dahak secara aman dan higienis. Fasilitas ini penting guna mencegah kebiasaan membuang dahak sembarangan yang berisiko meningkatkan penularan TBC.
"Saya melihat ada yang namanya pojok dahak. Di beberapa tempat lain, saya melihat orang-orang bisa membuang dahak sembarangan. Namun, pojok dahak di sini kebersihannya terjaga dan tempatnya juga baik," katanya.
Meski mengapresiasi upaya tersebut, August menegaskan bahwa TBC masih menjadi persoalan serius di Jakarta. Berdasarkan paparan Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Perubahan (RKPD-P) 2026, tercatat 25.562 kasus TBC di Jakarta hingga Juli 2026.
"Kasus TBC di Jakarta masih tinggi. Pemprov DKI Jakarta memang sudah bekerja keras untuk menangani dan mengobatinya. Namun, tugas berat ini belum selesai," tegasnya.
Lebih lanjut, August mendorong perluasan pembentukan KSTB di seluruh wilayah ibu kota. Ia menilai, keberadaan kader yang aktif memberikan edukasi tentang pola hidup sehat serta penyediaan fasilitas pendukung dapat memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian TBC.
August juga mendorong perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun swasta berkontribusi melalui program CSR guna mendukung keberlanjutan KSTB dan penyediaan fasilitas kesehatan di lingkungan masyarakat.
"CSR ini untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Saya berharap dukungan tersebut dapat diarahkan untuk membangun fasilitas seperti pojok dahak agar lingkungan masyarakat semakin bersih dan kita dapat mencegah penularan TBC," tandasnya.